MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Minum Wine Baik untuk Kesehatan Otak?

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Jumat , 23 Maret 2018 13:40
Minum Wine Baik untuk Kesehatan Otak?

int

Rakyatsulsel.com — Bagi Anda penggemar wine, berbahagialah. Sebuah penelitian dari ahli saraf menyebutkan bahwa minum wine ternyata bisa meningkatkan cara kerja otak. Kok bisa?

Khasiat dahsyat wine.

Wine adalah minuman mengandung kadar alkohol yang dibuat dari bahan fermentasi beragam buah-buahan, khususnya anggur. Biasanya, anggur mampu berfermentasi tanpa tambahan lain seperti gula karena adanya keseimbangan kimia yang alami.

Melewati sejarah yang panjang sejak sekitar lima ribu tahun yang lalu, wine memiliki beragam jenis, antara lain anggur merah (red wine), anggur putih (white wine), anggur merah jambu (rose wine), sparkling wine seperti sampanye, anggur dari gula sisa hasil fermentasi (sweet wine), serta anggur berkadar alkohol tinggi (fortified wine).

Popularitas anggur bukan hanya di Benua Eropa saja, melainkan sampai ke Asia juga.

Di balik anggapan negatif mengenai minuman beralkohol, wine dinilai memiliki sejumlah manfaat. Berdasarkan penjelasan dr. Sara Elise Wijono, MRes, sebuah studi mengungkapkan bahwa wine dapat menurunkan risiko diabetes.

“Penelitian terbaru yang dilakukan di Denmark mengikuti partisipan selama lima tahun. Kesimpulan studi ini menarik, yaitu konsumsi alkohol (wine) secara moderat selama tiga hingga empat kali seminggu, bisa menurunkan risiko diabetes. Bagi perempuan, risiko diabetes turun hingga 32 persen dan bagi pria turun sampai 27 persen,” ujarnya.

Masih berdasarkan penjelasan dr. Sara, ada pula satu studi yang menyebut bahwa wine bisa membantu memperbaiki HDL alias kolesterol baik dalam tubuh, serta memiliki efek protektif terhadap kesehatan jantung.

 

Wine, terutama yang berwarna merah, memiliki kandungan polifenol yang dipercaya dapat membantu regulasi gula darah dalam tubuh.

Terlepas dari contoh kasus yang diuraikan dr. Sara di atas, sebuah penelitian terkini turut memaparkan tentang kaitan antara wine dan kesehatan otak. Seperti apa penjelasannya?

Wine dinilai baik untuk otak

Gordon Shepherd, ahli saraf asal Yale School of Medicine, merupakan sosok dari kalangan medis yang bersikap suportif terhadap wine sebagai medium perkembangan otak terbaik. Ia mengaku punya bukti yang meyakinkan atas hal ini. Lewat bukunya yang berjudul “Neuroenology: How the Brain Creates the Taste of Wine”, Shepherd mengklaim bahwa minum wine sebenarnya mampu meningkatkan cara kerja dalam otak melebihi aktivitas apa pun.

Shepherd menyatakan bahwa molekul wine tidak benar-benar memiliki rasa, tetapi diciptakan sendiri oleh otak. Hal ini menurutnya sama dengan ketika otak menanggapi respons mata saat melihat warna.

“Sebenarnya wine tidak memiliki rasa, namun diciptakan sendiri oleh otak si pengecap anggur. Sensasinya tergantung pada ingatan dan emosi dan orang-orang sekitar kita,” ujar Shepherd, dilansir Livestrong.com.

Faktor-faktor yang berperan dalam cara Anda menanggapi rasa, menurut Shepherd, mencakup hal-hal seperti usia, jenis kelamin dan bahkan jumlah air liur yang dihasilkan. Aktivitas yang dilakukan sebelum minum, turut berpengaruh.

“Anda tidak hanya sekadar menyesap wine, tapi juga mengangkat gelas lalu menelannya. Hal ini merupakan tindakan motorik yang sangat rumit,” kata Shepherd, merujuk dari bab pertama bukunya yang mengangkat topik soal dinamika fluida.

Meski mampu memicu cara kerja otak, Shepherd tetap menganjurkan bahwa kebiasaan minum wine harus dibarengi dengan kegiatan yang beragam. Hal ini terjadi karena kondisi tubuh akan bosan dengan asupan wine, bila tak dibarengi oleh aktivitas lain, khususnya olahraga.

“Dalam beberapa teguk atau minuman, orang hanya menenggak tanpa melakukan apa pun. Perlu lebih dari itu. Jika menyesap terlalu banyak, sistem tubuh Anda akan jenuh,” jelasnya.

Senada dengan kesimpulan di atas, dr. Sara juga menganjurkan agar Anda memperhatikan sejumlah hal sebelum meminum wine.

Jika Anda mengonsumsi obat rutin, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Pasalnya, beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan wine yang memiliki kandungan alkohol.

Wine memiliki manfaat tersendiri yang baik untuk kesehatan termasuk bagi otak. Tapi ingat, Anda harus tahu batas agar kandungan alkoholnya tidak merusak tubuh. Disarankan untuk mengikuti aturan, yakni tidak melebihi 14 unit alkohol per minggu.

Takaran ini kurang lebih setara dengan 10 gelas kecil anggur berkadar alkohol rendah, diminum selama tiga hari atau lebih dalam seminggu.(RS/RVS)

 


div>