SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Miris! 900 Siswa SMK Ini Terlantar Gara-gara…

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 26 April 2017 10:22
Miris! 900 Siswa SMK Ini Terlantar Gara-gara…

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM -Proses belajar ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Mamuju terganggu. Mereka tidak bisa belajar lantaran sekolahnya disegel menggunakan kawat besi oleh ahli waris pemilik lahan.

Salah seorang ahli waris, M Yusuf Djahiddin mengatakan pihaknya telah melayangkan surat kepada kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar dan Kepala SMKN 1 Mamuju, agar melakukan pengosongan aktif di tempat tersebut.

“Batas waktu yang kami berikan sudah habis, tetapi mereka enggan keluar jadi dilakukan penyegelan. Kami miliki bukti kuat kepemilikan lahan yaitu sertifikat,” kata Yusuf saat ditemui di kediamannya, Selasa (25/4).

Kasus ini bermula dari sengketa lahan keluarga antara dirinya, dan cucu pemilik lahan, Mustafa Kampil yang dituding berusaha menguasai sendiri lahan tersebut. “Sehingga kami para ahli waris lain menolak hal tersebut,” ucapnya sebagimana dilansir dariĀ Fajar (Jawa Pos Group).

Ditemui terpisah, Mustafa Kampil yang juga mantan Kadis Pendidikan Mamuju ini mengatakan dirinya telah melakukan pembelian kepada pemilik lahan pada 1984. Selanjutnya dia mendirikan SMEA sebagai kelas jauh dari SMEA Majene, dan akhirnya berubah menjadi SMKN 1 Mamuju pada 2013 lalu.

“Intinya lahan tersebut dalam kuasa saya dan bangunan itu aset pemerintah. Jadi ceritanya itu pinjaman pakai, tapi saya tidak permasalahkan,” bebernya. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, Suardi Mappeabang menyatakan pihaknya belum dapat melakukan tindakan, lantaran belum ada serah terima aset dari Kabupaten Mamuju ke Provinsi Sulbar.

“Kami sementara meminta kepada ahli waris agar pagar tersebut dibuka sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan kembali sambil menunggu hasil perundingan antara kedua belah pihak, baru ambil tindakan,” bebernya.


div>