SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Miris, Atlet Tinju Bantaeng Terlantar di Makassar

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Rabu , 05 September 2018 07:45
Miris, Atlet Tinju Bantaeng Terlantar di Makassar

Atlit tinju Bantaeng yang mengikuti kejuaraan Popda Sulsel, tidur pada bagian teras terbuka gedung olahraga yang hanya beralaskan karpet.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 20 orang atlet tinju asal Kabupeten Bantaeng tetap antusias ikut pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Sulawesi Selatan yang berlangsung di Makassar.

Mereka berangkat dengan niat yang besar untuk mengharumkan nama daerah. Meski tidak didukung oleh pendanaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng.

Mereka hanya dibekali oleh bantuan dari sejumlah dermawan, seperti transportasi berupa bus Pemkab yang dibantu oleh istri Nurdin Abdullah, Liestiaty F Nurdin. Ada yang memberi uang tunai, air mineral dan makanan ringan, serta ada juga yang memberi pinjaman mobil untuk transportasi mereka.

Tetapi sayangnya, atlet tidak punya penginapan sehingga harus tidur pada bagian teras terbuka gedung yang hanya beralaskan karpet.

Ketua Pertina Bantaeng, Rusdi  menyayangkan hal tersebut. Dia merasa Pemkab tidak punya bentuk kepedulian untuk generasi penerus yang nantinya akan mengharumkan nama daerah.

“Ini contoh yang sangat miris dan sangat disayangkan sekali, sebab sangat jelas sikap Dispora yang tidak peduli terhadap atlet,” jelas dia, Selasa (4/9) malam.

Padahal, Kabid Olahraga Dispora menurutnya pernah menjanjikan bakal membantu 20 atlet yang akang berlaga di Popda, tapi kenyataannya justru berbeda.

“Tidak ada sama sekali bantuan dari Dispora, kita bersyukur karena bisa dibantu oleh ibu Lies F Nurdin difasilitasi mobil,” tuturnya.

Dia juga mengatakan bahwa cabang olahraga Tinju, Muaythai dan Taekwondo memang menjadi Anak Tiri di Kabupaten Bantaeng. Dari segi tempat latihan tidak ada tempat khusus, sementara penyumbang medali terbanyak disetiap kejuaraan besar adalah Tinju.

“Ingatlah bahwa pada Kejurda 2017, seandainya tidak ada Tinju Bantaeng maka Bantaeng akan masuk peringkat 15 Di Sulsel tapi beruntung atlit Tinju Bantaeng berhasil menyelematkan Keterpurukan Bantaeng pada saat itu,” tambahnya.

Kadispora Bantaeng, Syahrul Bayan saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, Dispora telah berkomunikasi secara maksimal kepada pihak BPKD Bantaeng, termasuk permintaan dana yang juga telah diajukan, tetapi dananya memang belum cair.

“Karena kendala pendanaan inilah sehingga kami melarang agar pengelola cabor tidak ikut karena dananya memang belum cair. Semua semata-mata untuk menjaga nama Bantaeng dengan tidak memaksakan sesuatu,” tuturnya. (*)


div>