RABU , 14 NOVEMBER 2018

Miris, Bohongi Kadisdikbud, Kepsek SMP 2 Turatea Ternyata Belum Minta Maaf

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Kamis , 06 September 2018 15:14
Miris, Bohongi Kadisdikbud, Kepsek SMP 2 Turatea Ternyata Belum Minta Maaf

Fhira Lestari dan Bapaknya, Lahamuddin

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Setelah mengetahui tindakan penganiayaan yang dialami oleh Siswi SMA Al Bahra, Fira Lestari (17) yang dilakukan oleh Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Turatea, Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Hj. Farida, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jeneponto melakukan pemanggilan kepada Hj. Farida untuk mendengarkan keterangannya.

” Sudah saya panggil kemarin, dia (Hj Farida) sudah klarifikasi, katanya dia sudah berdamai dengan keluarga korban, jadi saya anggap tidak ada masalah,” ujar Nur Alam Basir, Kamis (6/9).

Dia juga mengatakan bahwa Hj. Farida telah menemui keluarga Fira Lestari untuk meminta maaf. Menurutnya, Hj. Farida juga membenarkan penganiaan yang dilakukannya.

” Kata Hj. Farida dia sudah menemui keluarga korban, terkait penganiayaan dia membenarkan hal tersebut tapi itu karena dia hilaf. Kalau menurut Hj. Farida dia sudah ketemu dengan keluarga fira lestari dan sudah damai. Kalau terkait sanksi saya sudah tegur dan dia juga sudah meminta maaf dan mengakui perbuatannya,” jelas dia.

Lebih lanjut, Nur Alam Basir juga mengatakan bahwa menurut Hj. Farida keluarga Fira Lestari tidak keberatan. Hj. Farida juga menganggap tindakannya hanya sebuah pembinaan.

” Kamudian keluarganya juga tidak keberatan. dia mengatakan tindakan yang dilakukannya adalah sebuah pembinaan, karena Hj. Farida adalah guru dan Fira lestari adalah seorang siswa,” jelas dia.

Sementara itu, Bapak dari Fira Lestari, Lahamuddin, membantah peryataan dari Kadisdikbud Jeneponto.

” Belum minta maaf, memang saya kasi jalan untuk minta maaf. awalnya dia tidak mau mengakui kesalahan dan dia mau tetap merasa benar,” tegasnya.

Dia juga mengatakan kalau Hj. Farida tidak mau mengalah, dirinya akan lanjut sampai diproses hukum. Namun sampai sekarang Hj. Farida belum datang meminta maaf.

” Kalau ada yang bilang Hj. Farida sudah minta maaf itu bohong. Kalau dia katakan itu tindakan pembinaan, itu sudah diluar batas. Apalagi Hj. Farida hadang anak saya ditempat sepi. Anak saya itu bukan muridnya,” jelas dia dengan nada jengkel.

Dia juga menyayangkan tindakan Hj. Farida yang tidak muu menurunkan egonya. Padahal Kepsek ini sering lewat didepan rumah Fira Lestari.

” Saya lihatji lewat – lewat mobilnya didepan rumah, andaikan mauji itu naturunkan egonya harusnya dia sudah kerumah dan menanyakan keadaan anak saya,” kata dia. (*)


Tag
div>