RABU , 14 NOVEMBER 2018

Miris, Rumah Raja Daeng Ledeng Tak Layak Huni

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Rabu , 31 Oktober 2018 13:00
Miris, Rumah Raja Daeng Ledeng Tak Layak Huni

Kondisi rumah salah satu warga Kampung Birangloe Pallantikan, Kelurahan Tonrokassi Barat, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Salah satu warga Kampung Birangloe Pallantikan, Kelurahan Tonrokassi Barat, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Raja Daeng Ledeng (65) telah tinggal dirumahnya yang jauh dari kata layak selama hampir lima tahun.

Kondisi rumahnya sangat jauh dari kata layak. Atap rumah yang terbuat dari daun Lontara telah hancur termakan usia.

Rumah panggung dengan dinding anyaman bambu ini pun telah dipenuhi lobang. Ketika musim hujan datang, ia harus menahan dinginnya air hujan, bahkan ketika hujan deras, dirinya harus berteduh dikolom rumah tetangganya.

Belum lagi lantai rumah yang tebuat dari bambu kini sudah lapuk, ia bersama dua orang anaknya hanya bisa pasrah dengan keadaan ini.

Pekerjaan sehari – harinya sebagai petani rumput laut dan garam hanya bisa memenuhi kebutuhan sehari – harinya, bahkan sampai tidak cukup.

Kedua anaknya, Rizal (15) dan Mawar (14) juga terpaksa tidak bisa mengenyam pendidikan lantaran tidak memiliki biaya.

” Iye, sudah lamami rumahnya seperti ini. Penghasilan sehari – harinya juga tidak pasti. Kita berharap ada dermawan yang mau membantu Daeng Ledeng, ” ucap tetangganya, Leo, Rabu (31/10).

Lurah Tonrokassi Barat, T Rahmat mengungkapkan bahwa kondisi rumah Daeng Ledeng sangat jauh dari kata layak. Sebelumnya juga telah ada beberapa dermawan yang membantu namun terkendala kembali dengan jasa pengerjaan rumah.

” Alhamdulillah, bantuan berupa material bangunan telah ada dari beberapa nelayan. Dan kami kembali terkendala dengan jasa pengerjaannya. Daeng Ledeng tidak punya biaya untuk itu, ” jelasnya. (*)


Tag
div>