SENIN , 18 DESEMBER 2017

Mission Impossible Agus Arifin Nu’mang

Reporter:

Al AMin - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Kamis , 30 November 2017 11:42
Mission Impossible Agus Arifin Nu’mang

Dok. RakyatSUlsel

– Tarik Perhatian Parpol Lewat Dua Juta KTP

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bakal calon Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, mulai melakukan manuver untuk bisa bertarung di arena Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang. Meskipun, banyak yang beranggapan jika apa yang dilakukan Agus merupakan misi yang tidak mungkin terwujud.

Menjabat dua periode sebagai Wakil Gubernur Sulsel mendampingi Syahrul Yasin Limpo, rupanya tidak cukup untuk meyakinkan parpol mengusung dirinya bertarung di pilgub. Hingga saat ini, belum ada satupun parpol yang menyatakan mendukung Agus. PKB yang sebelumnya menyatakan mendukung Agus, juga telah mengalihkan dukungannya ke pasangan Nurdin Halid – Aziz Kahar Mudzakkar.

Berhasil mengumpulkan dukungan KTP hingga 700 ribu, Agus ternyata tidak mendaftar di jalur independen hingga pendaftaran ditutup 27 November lalu. Rupanya, dukungan KTP tersebut akan dipakai Agus untuk menarik perhatian parpol. Ia menargetkan, dukungan KTP untuk dirinya hingga dua juta KTP.

Agus optimistis bisa bertarung di pilgub melalui jalur parpol. Lobi-lobi politik di tingkatan elite DPP terus dilakukan. Menurutnya, selama ini ada informasi yang tidak sampai sehingga sejumlah partai memberikan rekomendasi kepada kandidat lain.
“Dukungan KTP akan terus kita kumpulkan, bahkan hingga menembus angka dua juta KTP. Dan ini akan menjadi rujukan bagi partai untuk memberikan rekomendasi resminya kepada kita. Sebenarnya, partai itu tidak dapat informasi yang akurat dari bawah,” kata Agus, saat dihubungi Rabu (29/11) kemarin.

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini memastikan, akan masuk di arena kontestasi pilgub melalui jalur parpol. Namun, rupanya ia tak ingin membeberkan parpol mana saja yang akan mengusungnya. Alasannya, pendaftaran jalur parpol yang akan dibuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih lama. “Belum (pengumuman parpol pengusung), masih lama kan,” ujarnya.

Terkait informasi yang beredar jika dirinya akan merebut rekomendasi Gerindra dan PKS dari Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman, Agus tidak memberikan jawaban pasti. Ia hanya meminta masyarakat agar terus mendoakan dirinya, agar kedua partai tersebut mengusungnya di pilgub.

Menurutnya, jika Gerindra dan PKS mengusungnya, akan memungkinkan partai lain ikut memberikan dukungannya. Tentu, dengan melihat jumlah dukungan KTP yang timnya kumpulkan. “Tetap doakan saja,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, hingga kemarin, Agus masih berada di Jakarta. Selain bertemu dengan sejumlah elite parpol, juga beredar foto pertemuan antara Agus dan Tanribali Lamo, yang sebelumnya pernah mendeklarasikan berpaket dengan Nurdin Abdullah.

Menyikapi manuver politik yang dilakukan Agus, pakar politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Aswar Hasan, mengatakan, meskipun parpol saat ini telah terang-terangan memberikan dukungannya ke sejumlah kandidat, namun peluang Agus tetap terbuka untuk menarik beberapa dukungan parpol dari kandidat lain. Mengingat, pendaftaran calon gubernur jalur parpol baru akan dibuka pada Januari 2018 mendatang.

“Pak Agus masih memiliki peluang, selama belum pendaftaran di KPU,” kata Aswar Hasan.

Menurutnya, persoalan dukungan partai berpindah ke calon lain tidak bisa dielakkan bisa terjadi. Apalagi, sebelumnya Ichsan Yasin Limpo telah mengalami hal tersebut. Partai yang mendukungnya pindah ke Nurdin Abdullah. Jika nantinya partai yang ada di Nurdin Abdullah pindah ke Agus, itu adalah sebuah proses politik yang tidak mesti dianggap sebuah pelanggaran.

“Ketika partai yang sudah mendukung lantas pindah ke kandidat lain, itu bukan pelanggaran,” ujarnya.

Hanya memang, kata dia, berbicara mengenai begal parpol, sangat menciderai etika sebagai seorang politisi dan bakal calon pemimpin. Apalagi, kalau sampai ada pihak-pihak tertentu yang sangat dirugikan dengan hal itu.

“Masalahnya adalah, ketika partai yang berpindah ke Agus itu menyebabkan calon yang dikurangi partainya itu tidak bisa ikut pilkada. Itu adalah hal yang tragis,” terangnya.

Persoalan begal parpol, lanjut Aswar, tidak diatur dalam Peraturan KPU dan undang-undang parpol. Sehingga, meskipun Agus menarik dukungan parpol dari kandidat lain, dia tidak melanggar aturan pelaksanaan pemilu.

“Rekomendasi itukan bisa berubah selama belum ditetapkan oleh KPU. Tindakan saling begal parpol inikan kebetulan tidak diatur oleh Peraturan KPU dan undang-undang parpol. Disini masalahnya hanya etika politik saja,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, parpol pemilik kursi di DPRD Sulsel telah memberikan dukungannya ke sejumlah kandidat. PAN, Gerindra, PKS, dan PDIP merapat ke Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman, Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar mendapat dukungan dari Demokrat dan PPP. Sedangkan Golkar, NasDem, Hanura, PKB, PKPI dan PPP kubu Djan Faridz mengusung Nurdin Halid – Aziz Kahar Mudzakkar.

Sebelumnya, Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Rusdin Tabi, mengakui, segala kemungkinan bisa saja terjadi, jika DPP dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto menghendaki partai tersebut mendukung figur lain. Sebagai kader partai, Rusdin mengaku siap menjalankan apa yang menjadi keputusan dan keinginan DPP, demi kemajuan Gerindra di Sulsel.

“Keputusan strategis Partai Gerindra seperti Pilgub ada di DPP, di tangan Pak Prabowo Subianto. Jadi, kader di daerah harus siap mengamankan keputusan DPP,” tegasnya.

Sementara, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PKS Sulsel, Irwan ST, menegaskan, keputusan PKS mengusung Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman sifatnya sudah final. Iapun menuding Agus sedang berhalusinasi, jika masih mengharapkan dukungan dari PKS.

“Kita yakin pimpinan kita di pusat tidak amnesia, tidak plin plan. Baliho-baliho juga sudah kita pasang, tim juga sudah kita bentuk ke bawah, malah kita sekarang sudah recruitment saksi-saksi. Jadi kalau ada wacana seperti itu, aduh itu sepertinya berhalusinasi itu,” ucapnya. (*)


div>