JUMAT , 20 JULI 2018

Modus Penggandaan Uang, Pasangan Suami Istri Diamankan Polisi

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 12 Januari 2016 17:00

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Kepolisian Resort (Polres) Luwu Utara mengamankan pasangan suami istri tersangka penipuan dengan modus penggandaan uang. Pasangan suami istri atas nama Sucipto dan Sumira, merupakan warga Desa Spontan Kecamatan Sukamaju. Keduanya kini mendekam di penjara.

Mereka disangka menjadi perantara penipuan dengan mendapatkan 20 persen dari hasil. Namun tersangka utama, untuk saat masih dalam pengejaran polisi atau masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO) atas nama Kiai Nur.

Dari keterangan Kasat Reskrim Luwu Utara, AKP Muhlis, diketahui bahwa penipuan seperti ini merupakan modus baru di Luwu Utara. Disebutkan bahwa penipuan seperti itu sudah terjadi sejak Juli 2015 lalu, namun pihak kepolisian baru mendapatkan informasi dari korban baru-baru ini, dan langsung mengamankan tersangka pasangan suami istri Sucipto dan Sumira.

“Modusnya adalah penggandaan uang dengan metode menghipnotis korban, dengan cara korban disuruhmenyiapkan sejumlah uang kemudian digandakan. Uang yang diserahkan oleh korban kepada tersangka dimasukkan kedalam lemari kemudian dilakukan ritual berupa sesajen. setelah dilakukan ritual itu, maka korban diperlihatkan uang yang sudah dimasukkan kedalam lemari telah berkembang menjadi banyak, bahkan dalam penglihatannya, korban melihat uang itu full satu lemari. Sehingga korban semakin tertarik untuk menambah uangnya,” jelas Muhlis, menceritakan kronologi kejadian, Selasa (12/1).

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran kepada pelaku utama yang sinyalir telah melarikan diri ke Jawa Timur. Sehingga yang menjadi bulan-bulanan dari korban adalah Sucipto dan keluarganya.

“Kita sementara melakukan pengejaran kepada tersangka utama yaitu Kiai Nur yang sudah melarikan diri ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur dengan membawa sejumlah. Sementara korbannya untuk saat ini, baru ada tiga orang yakni, Supardi, Pasia dan Jumadi. Ketiga korban tersebut merupakan warga kecamatan sukamaju,” urai Muhlis.

Kemungkinan korbannya sudah banyak karena juga terdapat seorang korban yang diketahui merupakan warga Luwu Timur. Dari hasil interogasi oleh pihak penyidik kepada terangka, uang yang berhasil ditranfer ke rekening Kiai Nur, yang pertama sebanyak Rp 70.000.000. Dan yang disita langsung dari tangan kedua tersangka sejumlah Rp 59.800.000. Namun menurut pihak kepolisian bahwa total uang yang ditransfer dan diambil langsung oleh tersangka utama melalui korban sudah mencapai Rp 1,2 Milyar.

Sementara dari keterangan tersangka Sucipto dan Sumira menjelaskan bahwa dirinya belum lama mengenal sang kiai ini. Menurutnya, kiai tersebut awalnya hanya menumpang di rumahnya kemudian ditawarkanlah jasa untuk mencari orang yang ingin menggandakan uang.

“Kami juga baru mengenal Kiai Nur. Waktu itu dia menawarkan akan menggandakan uang dengan memberikan kami 20 persen dari hasilnya. Sejujurnya, kami hanya mendapatkan uang sekitar 120 juta, namun belakangan dia kembali meminta sebagian uangnya dengan status pinjam untuk ongkos pulang. Jadi diperkirakan uang yang kami dapatkan dari kiai hanya 40 jutaan saja.

Atas kasus ini tersangka telah dikenakan pasal penipuan, pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman 4 (empat) penjara.


div>