• Kamis, 24 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Momentum Peningkatan Profesionalisme Guru

Senin , 26 November 2012 13:44
Total Pembaca : 317 Views
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel, Abdullah Djabbar

Baca juga

Sebagai penghormatan kepada guru, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November dijadikan sebagai Hari Guru Nasional. Pemilihan tanggal ini diambil karena bertepatan dengan hari kelahiran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Namun di balik semua itu, peran guru saat ini tak hanya sebagai pengajar. Di era saat ini “pahlawan tanpa tanda jasa” juga diharapkan turut ambil andil yang besar dalam pembangunan. Nah, hari guru inilah yang pantas dijadikan sebagai momentum meningkatkan profesionalisme, sebagai bagian dari upaya turut serta dalam pembangunan.

Berikut kutipan wawancara Rakyat Sulsel dengan Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel, Abdullah Djabbar, Minggu (25/11) malam tadi.

 

+ Apa maksud dari Hari Guru ini dijadikan momentum peningkatan profesionalisme?

- Hal ini sesuai dengan tema nasional Hari Guru. Dimana Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan, ini adalah saat yang tepat memacu profesionalisasi guru melalui peningkatan kompetensi dan penegakan kode etik. Tema ini dipilih sebagai momentum bahwa profesi guru menuntut upaya yang terus menerus terutama dari diri guru itu sendiri. Tidak hanya dari segi kompetensi, kode etik guru merupakan salah satu hal yang perlu ditegakkan oleh para guru. Untuk mewujudkan itu, pemerintah telah membentuk Dewan Kehormatan Guru Indonesia.

 

+Terkait peningkatan profesionalisme, langkah apa yang dilakukan oleh pemerintah, terkhusus di daerah kita sendiri?

-Saat ini, Dinas Pendidikan menvisitasi Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota agar para guru yang mengikuti ujian kompetensi mampu lulus sesuai standar. Dinas Pendidikan Sulsel memonitoring dan mengevaluasi hasil Uji Kompetensi Guru para guru di 24 kabupaten/kota. Hal itu merupakan tindak lanjut atas keluhan terkait kualitas guru. Namun hal ini sudah berjalan lama dan mulai menampakkan hasil.

 

+Apa hasil nyata dari meningkatnya kompetensi dan profesionalisme guru di Sulsel?

-Yang pasti adalah pendidikan di Sulsel terus mengalami peningkatan, terutama dari segi kualitas. Imbasnya, pemerintah berhasil menaikkan angka kelulusan dan nilai rata-rata ujian nasional dalam empat tahun terakhir. Di tingkat Sekolah Dasar, angka kelulusan dan hasil ujian nasional terus meroket. Tercatat, dalam empat tahun terakhir, angka kelulusan SD dan hasil ujian menyentuh predikat sempurna. Untuk tingkat SMP/MTs/SMPLB angka kelulusan mencapai 99,99 persen di tahun 2012. Begitu juga tingkat SMA/MA/SMALB dan SMK juga mengalami peningkatan serupa. Bergerak dari angka kelulusan 95,00 %, di tahun 2007, kini di tahun 2012 mencapai 99,78 persen. Sekali lagi, itu karena kualitas guru yang terus terdongkrak.

 

+Terakhir, bagaimana perhatian pemerintah daerah terhadap guru?

-Tentu kami memberi perhatian yang besar. Karena guru adalah elemen penting dalam pembangunan daerah bahkan bangsa. Salah satu bentuk perhatian pemerintah adalah dana tunjungan sertifikasi. Namun dana tunjangan itu bagi guru bagi mereka yang telah lulus sertifikasi. Kami juga terus monitoring dan visitasi tunjangan sertifikasi guru sesuai perintah Wakil Gubernur beberapa waktu lalu. (RS2/D)