KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Moratorium Presiden Tak Ganggu Proyek Tol Layang

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Kamis , 22 Februari 2018 14:00
Moratorium Presiden Tak Ganggu Proyek Tol Layang

PENGAMBILAN SAMPEL. Pekerja mengambil sampel tanah untuk kebutuhan pembangunan jalan Tol layang dalam kota di Jl AP Pettarani, Makassar, beberapa waktu lalu. Rencananya konstruksi jalan tahap pertama akan mulai dikerjakan maret mendatang. SUGIHARTONO/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, Miftachul Munir mengakui moratorium presiden tidak memberikan dampak bagi dua proyek jalan layang di Sulsel. Kedua proyek ini yakni jalan layang atau elevated road Camba dan rencana pembangunan tol layang AP Pettarani.

Hal itu mencuat setelah Presiden Joko Widodo mengeluarkan moratorium terkait pembangunan jalan layang (elevated) road. Moratorium tersebut dikeluarkan setelah terjadi kecelakaan kerja di beberapa proyek infrastruktur pembangunan jalan layang (Elevated).

Dikhawatiran jika kebijakan itu berimbas pada beberapa proyek jalan layang yang sedang berjalan.

Khusus pembangunan elevated road segmen I di Bantimurung, Miftachul mengatakan pengerjaan kontruksi bagian atas sudah rampung. Tinggal dilakukan pembersihan dan finishing.

“Bangunan atas sudah selesai struktur nya. Rasanya sih tak ada kendala soal instruksi moratorium kontruksi itu, karena struktur berat sudah selesai,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (21/2).

Miftachul menambah saat ini progres fisiknya sudah melebihi 70 persen. Kontraktor pelaksana tinggal menyelesaikan jalan pendekat atau penghubung. Ditargetkan proyek senilai Rp167 miliar selesai bulan Mei.

Sementara, terkait rencana pembangunan jalan tol layang AP Pettarani. Menurutnya saat ini belum dilakukan pembangunan fisik sehingga pemberhentian pembangunan tak berdampak.

“Itukan proyek BPJT Tol. Balai hanya melakukan pemantauan saja. Kayaknya itu masih menunggu hasil konsultasi dengan Jakarta, nanti dievaluasi lagi. Termasuk sop pelaksanaan kontruksi bangunan atasnya, mungkin akan ada model prosedur baru,” ujarnya.

Jika tak ada masalah berarti pemasangan tiang pancang mulai dilakukan bulan April. Saat ini pelaksana sementara melakukan analisis lahan. (*)


div>