SABTU , 15 DESEMBER 2018

Motivasi Maba, FTI UMI Makassar Hadirkan Wagub Jatim

Reporter:

Editor:

Iskanto

Rabu , 19 September 2018 17:06
Motivasi Maba, FTI UMI Makassar Hadirkan Wagub Jatim

Wakil Gubernur (Wagub), terpilih Jawa Timur. Dr Emil Elestianto Dardak di Kampus FTI-UMI Makassar, Rabu (19/9).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Fakuktas Teknologi Industri (FTI) UMI Makassar, menghadirkan Wakil Gubernur (Wagub), terpilih Jawa Timur. Dr Emil Elestianto Dardak di Kampus FTI-UMI Makassar, Rabu (19/9).

Kegiatan yang dihelat dalam bentuk “Leadership, Innovation and Collaboration in Millennium Era”. Wagub termuda ini hadir memotivasi ratusan Mahasiswa Baru (Maba) di lingkup FTI.

Dalam penyampaian materi motivasi. Emil Elestianto mengatakan kehadiranya di FTI UMI Makassar, adalah suatu kebanggaan karena FTI UMI meruapakan salah satu PTS yang dinobatkan meraih rekor MuRI dari Profesi Insinyur.

“Menurut saya, FTI UMI fakultas aman di indonesia. Karena mendapat rektor MuRI profesi Insinyur, bahagia rasanya saya bertemu generasi meliniel,” kata Wagub termuda Indonesia itu.

Tak hanya itu, dirinya juga menceritakan pengalaman saat awal menginjakan kaki di Perguruan Tinggi. Kala itu, awalnya Emil mengenyam pendidikan tingginya di luar negeri.

Pada tahun 2001, Emil memperoleh gelar diplomanya setelah menempuh pendidikan di Melbourne Institute of Business and Technology. Ia juga melanjutkan program S1 di Universitas New South Wales, Australia.

Sementara program S2 dan S3 di Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang. Ia meraih gelar doktor di usia 22 tahun.

“Saya salut mahasiswa yang memilih Teknik industri. Dulu saya memilih FTI, tapi melihat peluang di bisnis ekonomi sehingga memilih yang ini,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini muncul istilah generasi millenial akibat adanya kemunculan media sosial, orang kian ramai sign-up (mendaftarkan diri) dan menjadi bagian dari keluarga bernama internet.

“Istilah, millenial lahir menjadi tranding sekitar tahun 2000 an. Saat itu juga perkembangan handphone, kemudian berkembang smarphone, nokia, BBm, kemudian android,” kata dia.

Pria kelahiran 20 Mei 1984 ini menambahkan, hadirnya aplikasi sosial media pada zaman millenial untuk menuangkan ide dan gagasan untuk menuliskan status pokok pikiran yabg positif.

Lanjut dia, sejak itu pula orang suka menafsirkan sesuai kebutuhannya, tidak lupa pula meninggalkan jempol sebagai apresi dan komentar, saling membalas pesan berbentuk perbincangan.

“Semua ini terjadi tahun 2000 an. Sejak ini masyarakat alihkan penggunakaa pada internet. Inilah erah millenial, komunikasi tumbuh kembang. Millenial adalah generasi yang tumbuh dengan komunikasi internetan,” tandasnya. (*)

 

 


div>