SABTU , 20 OKTOBER 2018

MoU Hingga Lobi Politik Warnai Musda DPD II Golkar

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 13 Desember 2016 18:46
MoU Hingga Lobi Politik Warnai Musda DPD II Golkar

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Panitia Musda DPD II Golkar Parepare, Muhammad Yusuf NR mengatakan proses pendaftaran dan pengumuman bakal calon pada Musda telah dilalui oleh Taufan Pawe.

Olehnya itu, kata dia, sebagai calon yang telah diverifikasi maka Taufan berhak untuk ikut pada Musda.

“Secara keseluruhan Pak Taufan sudah melaluinya secara baik, tidak sama sekali hal yang mengganjal dari seluruh proses tersebut,” ucapnya.

Bahkan, ia mengaku dalam mengambil kebijakan terkait calon yang mendaftar pada Musda telah dikoordinasikan secara baik kepada DPD I Golkar Sulsel. Termasuk diantaranya, lanjut Yusuf , adalah mengenai status saudara Taufan yang sedang berada di PAN.

“Setiap saat kami melakukan koordinasi dengan pihak DPD I Golkar Sulsel, termasuk mengenai situasi jika Pak Taufan memiliki saudara di PAN, dan semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, Yusuf juga mengaku bahwa terpilihnya Taufan Pawe juga tak terlepas dari adanya diskresi dari Ketua Umum Golkar. “Disamping itu kan ada diskresi yang diberikan oleh Ketua Umum kepada Pak Taufan, itu juga perlu dicatat,” ucapnya.

Bukan hanya itu, Yusuf pun mengaku DPD I Golkar Sulsel melakukan tandatangan dalam Memorandum of Understanding (Mou) dengan DPD II Golkar Parepare. Menurutnya, hal itu merupakan sebuah kesepakatan yang akan dilaksanakan oleh kedua belah pihak.

“Ada juga yang mengikut yakni MoU. Dan MoU itu sifatnya intern sehingga tidak bisa saya buka kepada semua orang. Yang pasti ada parameter DPD I dalam menentukan Ketua DPD II,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu bakal calon yang akan maju pada Musda DPD II Golkar Bulukumba, Nirwan Padalangi menyebutkan adanya beberapa lobi politik di Musda Bulukumba. Ia menduga, hal itulah membuat Musda DPD II Golkar Bulukumba mengalami penundaan.

“Jadi begini, rupanya Musda Golkar Bulukumba itu mau dimainkan. Ini barang mau dikomunikasikan dalam berbagai lobi politik, tapi saya kira ini wajar saja,” ucapnya.


div>