JUMAT , 20 JULI 2018

MPM, Cara Pemerintah Entaskan Kemiskinan dan Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

Reporter:

Editor:

Niar

Minggu , 04 Maret 2018 14:28
MPM, Cara Pemerintah Entaskan Kemiskinan dan Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

int

PAREPARE, RAKSUL.COM-Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Parepare Hj. Irma Suryani, mengatakan, keberadaan Basis Data Terpadu (BDT) baru melalui pemutakhiran data yang dinamai Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) yang sementara berproses di setiap kelurahan di Kota Parepare, sangat penting dalam membantu ketersediaan data valid untuk program penanggulangan kemiskinan.

“Salah satunya program keluarga harapan (PKH) selama ini sangat mengandalkan BDT untuk penyaluran bantuan. Kalau kita tentu perlu hati-hati sekali melakukan pemutakhiran supaya tidak salah sasaran dan tidak ada lagi warga tidak mampu tidak masuk DBT atau sebaliknya ada warga mampu masuk DBT,” kata Hj. Irma.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah Kota Parepare, H Iwan Asaad, AP, M.Si, mengatakan, data kemiskinan yang valid, akan membantu program penanggulangan kemiskinan lebih terarah dan tepat sasaran.

“Dengan DBT semua program penanggulangan kemiskinan, baik dari pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah yang tersebar di sembilan SKPD, mengacu pada data tunggal. Semua mengacu pada data DBT dari TNP2K. Dengan data ini kita juga bisa menilai apakah kemikisinan turun atau tetap,” katanya.

Plt Sekda yang juga Kepala Bappeda ini mengakui, ada beberapa hambatan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pendataan DBT.

Salah satunya kata dia, administrasi kependudukan yang dimiliki masyarakat banyak yang masih bermasalah. Misalnya ada warga yang memiliki NIK berbeda antara di KTP dan di KK. Ini kata dia, harus diclearkan terlebih dahulu.

“Nanti semua cocok baru kita masukan di DBT. Tujuannya agar nanti ada bantuan, bantuan yang ada tidak jatuh kepada warga yang bukan warga Parepare. Tidak boleh lagi ada bantuan yang diberikan kepada warga bukan warga Parepare walaupun dia miskin. Jika tidak memiliki KTP elektronik Parepare, dia tidak boleh dapat,” tegas Iwan. (Nia)


div>