MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

MTIR Dituding Persulit Pedagang

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 15 September 2017 11:45
MTIR Dituding Persulit Pedagang

MASIH BERTAHAN. Lods pedagang pasar sentral yang berada di jalan saat diabadikan, belum lama ini. Dok RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polemik relokasi pedagang Pasar Sentral Makassar masih terus berlanjut. Sejumlah pedagang memilih bertahan di lods mereka karena dipersulit pengelola Pasar Sentral, New Makassar Mall. Akibatnya, proyek pengerjaan jalan Pasar Sentral terbengkalai.

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Nuryanto G Liwang mengaku belum bisa memberi target kapan relokasi tahap selanjutnya. Pasalnya pihak pengembang PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) terkesan menyulitkan pedagang memiliki lods melalui kredit.

Bahkan, MTIR menurut Nuryanto sengaja menahan kunci lods yang seharusnya diberikan kepada pedagang. “PD Pasar belum bisa target proses relokasi. Kewenangan PD Pasar terhambat kesepakatan harga, MTIR harus terbuka bicara persoalan harga,” ujar Nuryanto, Kamis (14/9) kemarin.

Nuryanti melanjutkan, pedagang Pasar Sentral yang berada di objek proyek perbaikan jalan meminta dicarikan tempat penampungan sementara. Permintaan ini disampaikan melalui Asosiasi Pedagang Kaki (Aspek) Lima kepada PD Pasar.

“Aspek Lima minta kebijakan dibuatkan penampungan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Anshar mengatakan, pihaknya belum bisa menyelesaikan pengerjaan jalan disekitaran Pasar Sentral lantaran masih banyaknya lods yang berjejeran sehingga menghambat pengerjaan.

“Kita kesulitan dalam pekerjaan itu karena lods milik pedagang masih ada, andai mereka sudah direlokasi ke dalam pasar maka kita bisa secepatnya selesaikan,” ucap Anshar.


div>