SABTU , 16 DESEMBER 2017

Mudik Lebaran, Penumpang Kapal Diprediksi Naik Tipis

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 16 Juni 2017 13:47
Mudik Lebaran, Penumpang Kapal Diprediksi Naik Tipis

Ilustrasi. Foto: Reza/ RakyatSulsel.

JAKARTA – Momen mudik lebaran segera tiba. Pada Idulfitri tahun ini untuk transportasi laut diproyeksikan tumbuh tipis. Sampai H-13, permintaan tiket kapal, baik swasta dan milik PT Pelni rata-rata hanya naik 2,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Seperti yang terjadi pada perusahaan jasa transportasi kapal laut swasta PT Dharma Lautan Utama di H-13 penumpang tumbuh 2,5 persen. Pimpinan Cabang Dharma Lautan Utama Balikpapan Jamirin mengakui, permintaan tiket tumbuh sedikit karena kondisi ekonomi yang berdampak pada pemutusan tenaga kerja.

Menurutnya, sejak ekonomi slowdown banyak pekerja yang notabenenya berasal dari luar Kalimantan, karena PHK, akhirnya tidak lebih dulu kembali ke daerah asal atau merantau ke daerah lain. Sampai mendekati H-1 kemungkinan pertumbuhan permintaan tiket kapal dibanding tahun lalu masih bertahan di angka satu digit.

“Sebenarnya, upaya untuk merangsang agar permintaan tiket kapal meningkat sudah kami lakukan. Di awal Ramadan, kami sudah menurunkan tarif tiket kapal dari tarif normal,” bebernya usai berbuka puasa bersama dengan media, rekanan kerja, dan anak yatim piatu di Hotel Menara Bahtera belum lama ini.

Tarif normal yang sebelumnya Rp300 ribu pihaknya turunkan menjadi Rp250 ribu di awal Ramadan. Namun, ia tidak tetap mematok harga itu karena menghindari lonjakan permintaan.

“Kami menerapkan tarif berkala. Dari tarif pertama Rp250 ribu akan berangsur naik. Bahkan bisa melebihi tarif normal,” terangnya.

Menurutnya, upaya ini sudah terbukti untuk menertibkan penumpang agar tidak terjadi lonjakan permintaan. Sebelum menggunakan tarif berkala ini, ia akui pihaknya sempat kelimpungan menghadapi lonjakan permintaan tiket kapal.

[NEXT-RASUL]

Terkait persiapan armada, pihaknya telah menyiapkan empat armada dengan kapasitas hingga 850 penumpang. Empat armada ini akan melayani arus mudik dari Pelabuhan Semayang. Sampai H-13 rute peak, yakni Surabaya, Makassar, dan Batu Licin rata-rata sudah 80 persen terisi.

Sementara itu, PT Pelni Cabang Balikpapan juga menyiapkan kapal khusus untuk melayani rute tunggal agar seluruh kegiatan arus mudik masyarakat terakomodasi. Itu masih ditambah dengan alokasi satu armada bantuan, yakni KM Tidar. Trayek Balikpapan-Surabaya pun dipilih karena dianggap peak season rute saat mudik.

Masing-masing keberangkatan yang masih menyisakan ruang untuk masyarakat, yakni 19 Juni menggunakan KM Labobar. Baru terisi 1.599 penumpang dari kapasitas 4.591 penumpang. Keberangkatan berikutnya yakni 22 Juni menggunakan KM Lambelu.

Pun begitu untuk armada tambahan dengan rute yang sama, yakni KM Tidar masing-masing berangkat 20 Juni dan 23 Juni, seat yang tersedia masih terbuka dari 3.354 kapasitas yang tersedia.

Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Firman Rachimin menjelaskan, sampai H-13 pertumbuhan penumpang kapal masih naik tipis 3 persen. Adapun arus mudik tahun 2016 jumlah penumpang hanya sebanyak 13.000 orang. “Kami tetap optimistis permintaan tiket dapat tumbuh lebih baik,” bebernya.

Sejak minggu lalu, Firman membeberkan, tiket kapal laut perseroan ini tujuan Parepare-Makassar ludes terjual. “Kami pun berharap operator swasta tetap beroperasi untuk mengangkut calon penumpang yang akan mudik ke wilayah timur Indonesia, mudik nanti,” kata Firman.

Adapun jadwal berangkat tujuan Parepare-Makassar masing-masing 11 Juni menggunakan KM Lambelu. Total yang akan berangkat dari Pelabuhan Semayang sebanyak 900 penumpang. Disusul 13 Juni dengan trayek yang sama menggunakan KM Bukit Siguntang, tiket pun sudah ludes terjual.

[NEXT-RASUL]

Masih dengan trayek yang sama, keberangkatan 18 Juni menggunakan KM Lambelu, total yang berangkat dari Pelabuhan Semayang mencapai 1.646 penumpang. Terakhir, rute yang sama untuk keberangkatan 21 Juni menggunakan KM Bukit Siguntang diisi 1.159 penumpang. Bahkan, tiket untuk keberangkatan periode H-8 Lebaran tersebut ludes terjual jauh sebelum Ramadan.

“Khusus untuk kapal yang melayani rute Parepare-Makassar-Bau Bau menggunakan skema multiport sehingga kuota penumpang yang berangkat masing-masing pelabuhan terbatas. Tiket pun dengan cepat habis terjual,” jelasnya.

Berbeda dengan wilayah timur Indonesia, seat tujuan mudik ke Surabaya yang masih ada. Hal ini karena skemanya port to port dari Balikpapan-Surabaya pulang pergi sehingga penumpang yang diangkut sesuai dengan kapasitas kapal. (jpg)


div>