SELASA , 23 JANUARI 2018

Muh Yasin: Sahar, Berhentilah Menebar Kebohongan!

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 12 Januari 2018 22:47
Muh Yasin: Sahar, Berhentilah Menebar Kebohongan!

Muh Yasin

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keputusan Partai NasDem mengusung figur non kader di Pilkada Bantaeng disesalkan banyak pihak. Salah satunya Wakil Ketua DPW NasDem Sulsel, Muh Yasin.

Muh Yasin sebenarnya menjadi figur yang paling berpeluang mengendarai NasDem di Bantaeng. Apalagi Wakil Bupati Bantaeng ini sebelumnya telah mendapat surat tugas dari DPW NasDem untuk maju di Pilkada Bantaeng.

“Agustus lalu saya mendapat surat tugas dari NasDem untuk diusung di Pilkada Bantaeng. DPW meminta kami untuk menggenapkan kursi usungan. Dan sebelum akhir Desember kami sudah mendapat partai koalisi, dari PAN dan PPP, jadi kami berharap denga cara itu kita sudah siap menghadapi Pilkada Bantaeng, tapi rupannya tidak sesuai harapan kita,” kata Muh Yasin, Jumat (12/1).

Dirinya sendiri tidak mengetahui secara pasti alasan teknis dan rasionalisasi DPW ke DPP NasDem sehingga memilih mengusung Ilhamsyah Azikin – Sahabuddin yang merupakan non kader. Apalagi syarat dan Rekomendasi yang diajukan untuk mencukupkan kursi dukungan koalisi partai telah terpenuhi.

Menurut Yasin, dirinya sempat diperlihatkan dan mengambil foto statement disalah satu group Whatsapp. Nampak pada group yang bernama “Pembela Partai Nasdem”, Saharuddin Alrif selaku Sekertaris DPW NasDem Sulsel memberikan klarifikasi terkait berubahnya usungan dari Muhammad Yasin ke Ilhamsyah Azikin.

“Biasalah, karena dinamika yang cukup tinggi di Bantaeng, kader a/n Rusman (Ketua DPD) yang telah diberi rekomendasi dan telah dideklarasikan sebagai calon bupati dan wakil bupati Yasin-Rusman, tidak dapat mencukupkan dukungan partainya sampai tanggal 31 Desember, waktu telah diberi selama 5 bulan setelah diterbitkan rekomendasi tapi partai tambahan tidak ada juga. Dari pada partai tersandera oleh kader yang hanya punya semangat mau jadi calon bupati, tapi secara kesiapan kurang, maka itu dengan berat DPW dan DPP memutuskan untuk mendukung calon lain yang bukan kader. Tapi setelah terpilih jadi bupati maka Insya Allah akan jadi kader kita.” tulis Sahar dalam grup tersebut.

Muh Yasin mengatakan bahwa berdasarkan kutipan percakapan itu sangat jelas Saharuddin Alrif melakukan kebohongan besar. “Yang pertama bahwa berdasarkan Surat Rekomendasi dari DPP NasDem tertanggal 3/8/2017 dengan Nomor Surat : 124-SI/DPP-Nasdem/VIII/2017 yang diberikan rekomendasi itu adalah saya dan permasalahan kecukupan koalisi itu sudah saya laporkan ke DPW NasDem dan bahkan dirapatkan serta dipimpin langsung oleh Rusdi Masse di Kantor DPW NasDem pada tanggal 4 Desember 2017 dan disepakati pada saat itu untuk berkoaliasi dengan PAN dan berpasangan dengan Ilham Rifurio,” ujarnya.

“Pada saat rapat berlangsung RMS juga sempat mengkonfirmasi langsung ke Bapak Hadi Jamal via telpon pada saat itu dan akhirnya disepakati. Berdasarkan kesepakatan Rapat akhirnya saya melakukan komunikasi politik lebih intens ke PAN dan beberapa partai lainnya sehingga terbitlah B1-KWK dari PAN pertanggal 27 Desember 2017,” jelasnya.

Muh. Yasin mengaku kecewa dengan putusan tersebut, karena menurutnya beberapa kali dirinya mempertanyakan kelanjutan proses usungan baik kepada RMS maupun ke Saharuddin Alrif. Merasa tidak mendapat respon mengingat waktu semakin dekat maka dirinya sempat ke DPP untuk mengetahui progresnya (29/12/2017) dan bermaksud menemui Jeanette Sudjunadi selaku Ketua OKK. Namun dirinya ditelpon oleh Korda untuk kembali ke DPW dan melakukan pertemuan, tapi setiba di Makassar justru pertemuan itu nihil alias batal.

Merasa sangat dipermainkan maka Muh Yasin akhirnya kembali ke Jakarta dan berusaha menemui DPP kembali (3/1/2018) dan diterima oleh Willy Aditia selaku Sekertaris Tim Pilkada dan dibukakan List untuk Sulsel. Dirinya cukup kaget karena dalam keterangan itu tertulis “Tidak Cukup” padahal semua sudah dilaporkan dan dirapatkan di DPW. Sehingga dirinya berkesimpulan bahwa apa yang selama ini dilaporkan itu diabaikan dan tidak pernah diteruskan ke DPP.

“Saya sangat kecewa dengan ulah oknum-oknum teman di NasDem yang sangat mempermainkan diri saya, selaku Wakil Bupati ribuan masyarakat Bantaeng masih ada dipundak saya dan selain itu saya ini orang tua yang mesti dihargai dan dihormati, saya ini bukan mainan. Saya ini adalah kader dan Wakil Ketua DPW NasDem Sulsel, jadi apa yang dijelaskan Sahar di percakapan group kebohongan besar berdasarkan fakta yang ada,” keluhnya. (*)


div>