KAMIS , 21 JUNI 2018

Muhammad Rahmat Resmi Pimpin Bank Sulselbar

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 22 Agustus 2014 13:57
Muhammad Rahmat Resmi Pimpin Bank Sulselbar

PIMPIN BANK SULSELBAR.Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memberikan ucapan selamat kepada Direktur Utama (Dirut) Bank Sulselbar Muh Andi Rahmat dan Direktur Umum H Ambo Syamsuddin usai dilantik di Baruga Sangiaseri, Rumah Jabatan Gubernur, Jl Jenderal Sudirman Makassar, Kamis, (21/8). (Oleh : OPHIK/RAKYATSULSEL)

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – MUHAMMAD Rahmat resmi menakhodai Bank Sulselbar, Kamis (21/8). Bank plat merah milik Pemprov Sulsel ini diharap bisa bersaing dengan perbankan nasional dan swasta.

Pelantikan Muhammad Rahmat (direktur utama) bersama Ambo Samsuddin (direktur umum) oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, disaksikan bupati dan wali kota se-Sulsel di Baruga Sangiaseri. Rahmat menggantikan Ellong Tjandra sedangkan Ambo Samsuddin menggeser Yanuar Fachruddin.

Rahmat dan Ambo Samsuddin dilantik berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 24 Juni lalu.

Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, Bank Sulselbar harus selalu berpikir inovatif di tengah ketatnya persaingan di dunia perbankan menyusul maraknya ekspansi bank plat merah.

“Bank Sulselbar adalah andalan masyarakat dan pemerintah, karena itu tidak boleh kalah dengan bank lain,” kata Syahrul.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini berpesan kepada semua struktur yang ada harus berfungsi maksimal dengan baik agar Bank Sulselbar dapat terus maju. Struktur tersebut harus mengikuti tantangan yang ada. Menurutnya, bank yang baik akan berjalan kalau sumber daya manusia dalam bank itu sesuai akselerasi dan tantangan yang ada.

“Paradigmanya harus bergeser menyesuaikan tantangan yang ada. Karena pemimpin itu harus mengenergi semua komponen yang ada. Kalau pemimpinnya biasa-biasa, maka hasilnya akan biasa-biasa. SDM menjadi penting, tapi pemimpin tidak bisa sendiri,” terangnya.

Kebijakan-kebijakan yang diambil harus tepat. Menurut Gubernur dua periode ini, makin tepat kebijakan yang diambil, makin berwibawa perusahaan dan kepemimpinannya. “Profesionalisme menjadi sangat penting,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Rahmat bertekad akan berusaha sekuat tenaga membawa Bank Sulselbar berdasarkan kepentingan rakyat dengan menghadirkan produk-produk yang dapat menguntungkan nasabah.

“Teknologi yang akan dihadirkan adalah teknologi untuk kepentingan rakyat. Selain itu akan menghadirkan bunga yang kompetitif. Karena dengan bunga yang mahal bagi bank, bank itu tidak bisa bersaing. Hal itu yang ditekankan kepada Bank Sulselbar,” jelasnya.

Hal yang menjadi prioritas utamanya diawal kepemimpinannya, adalah meningkatkan kesehatan bank dari yang sebelumnya berada di komposit 3 bisa naik menjadi 2.

Peringkat Komposit 3 (PK-3), kata Rahmat, mencerminkan kondisi bank secara umum cukup sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.

Namun hal tersebut perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan atas Komposit Tingkat Kesehatan Bank (TKB) sesuai amanah RUPS tanggal 2013 lalu dimana salah satu action plan direksi adalah meningkatkan komposit TKB menjadi minimal 2. Untuk itu, kata dia, saat ini Bank Sulselbar akan lebih selektif dalam memilih mitra.

“Skala prioritas kami saat ini memang lebih kepada upaya peningkatan kesehatan bank. Kami pun berupaya menekan bunga bank karena selama ini dinilai masih sangat tinggi. Diharapkan upaya kami bisa direalisasikan,” ujar Rahmat.

Dia melanjutkan, selain kesehatan bank, pihaknya akan mengoptimalkan sumber daya yang sudah dimiliki. Salah satu langkah strategisnya yakni dengan menata kantor kas yang letaknya tidak produktif dapat ditempatkan lebih baik.

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan nilai transaksi kantor kas. Tidak hanya itu, lanjut Rahmat, pihalnya juga akan menggenjot pengembangan produk perbankan dari Bank Sulselbar.

Lebih lanjut, Rahmat menambahkan, kinerja Bank Sulselbar cukup baik yang ditandai dengan jumlah kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tahun ini menurun dari tahun lalu yaitu 1,4 menjadi 1,1 persen. Untuk laba bersih, Bank Sulselbar membukukan Rp 315 miliar tahun lalu dan tahun ini meningkat 14 persen atau sekitar Rp 400 miliar. (*)


Tag
div>