SELASA , 23 JANUARI 2018

Muhammadiyah: Jangan Kaitkan Teror Kampung Melayu dengan Agama

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 25 Mei 2017 11:12
Muhammadiyah: Jangan Kaitkan Teror Kampung Melayu dengan Agama

Tim Gegana menyusuri tempat kejadian ledakan bom di Kampung Melayu Jakarta, Rabu (24/5) malam. foto: jpg

JAKARTA – Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah turut angkat bicara soal teror bom yang terjadi di daerah Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/5) malam. PP Muhammadiyah mengimbau, agar teror tersebut tidak dikaitkan dengan agama tertentu.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan turut berduka dengan tindakan biadab teror Kampung Melayu. Dia pun turut mendoakan semoga korban yang meninggal dunia husnul khotimah dan keluarganya diberikan kesabaran.

“Meminta aparatur untuk mengusut tuntas dan jujur siapa di balik pelaku teror tersebut. Dan, menghimbau semua pihak untuk tidak mengaitkan bom kampung Melayu dengan agama tertentu,” kata Dahnil dalam keterangannya, Kamis (25/5).

Menurut Dahnil, teror tidak memiliki agama, dan tidak ada agama yang mengajarkan teror. Apalagi, membunuh orang lain yang tidak bersalah.

“Saya ingin mengetuk nurani siapa pun dalang terorisme selama ini di Indonesia. Saya memohon dengan sangat hentikan praktik ‘ternak teroris’ yang mengancam kehidupan dan keadaban Indonesia, yang berdampak terhadap kehidupan anak bangsa dipenuhi praktik saling curiga dan ketakutan,” pintanya.

Untuk diketahui, sebanyak 15 orang menjadi korban dari ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jaktim pada Rabu (24/5) sekira pukul 21.00 WIB. Lima di antaranya meninggal dunia, yakni tiga anggota Polri dan dua diduga pelaku bom bunuh diri.

Sementara itu, 10 orang luka-luka dan sudah mendapat perawatan di rumah sakit. Lima orang anggota Polri dan lima lainnya warga sipil. (jpg)


div>