JUMAT , 15 DESEMBER 2017

MUI Ajak Masyarakat Sulsel Bermuamalah dalam Bermedsos

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 14 Oktober 2017 13:30
MUI Ajak Masyarakat Sulsel Bermuamalah dalam Bermedsos

Suasana dialog dan literasi media tentang hoax yang diadakan MUI Pusat bekerjasama dengan Kementrian Infokom di Hotel Aryaduta, Makassar, Sabtu (14/10).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Media sosial (medsos) semakin diminati masyarakat Indonesia dalam berkomunikasi pada era milenium ini.  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa agar bermuamalah dalam menggunakan medsos saat ini.

Ketua MUI Pusat Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) Prof KH Masduki Baidlowi, menyadari kemajuan teknologi tidak bisa dihindari lagi akibatnya manusia mudah berkomunikasi dengan siapa saja.

Namun dia meminta kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalan menyampaikan atau menerima informasi agar tidak terpancing menyebarkannya.

“Gunakan medsos putih (positif) jangan pakai medsos hitam (negatif). Kita akui sekarang ini eranya generasi millenia,” ujarnya di acara dialog dan literasi media tentang hoax yang diadakan MUI Pusat bekerjasama dengan Kementrian Infokom di Hotel Aryaduta, Makassar, Sabtu (14/10).

Masduki Baidlowi menambahkan, fatwa MUI sudah sangat jelas, dilarang bermedsos dengan menyebar kebencian dan provokasi karena dapat menimbulkan perpecahan.

Ia mengakui, perkembangan teknologi dapat mengancam kehidupan manusia apabila tidak dijaga bersama-sama. Kemajuan teknologi dengan maraknya berita bohong (hoax) ini juga menjadi tantangan bagi pendakwah atau ulama.

“Untuk mencegah makin maraknya pemahaman ekstrim di kalangan masyarakat, MUI mengajak tidak beragama dengan cara berlebihan. Sebab, pemahaman berlebihan terhadap agama dapat mengancam keutuhan agama islam sendiri,” katanya.

Masduki Baidlowi juga menyingung soal Pilkada Sulsel 2018 mendatang, agar tidak dihiasi dengan berita hoax melalui medsos. Menurut dia, berita hoax yang bernuasan SARA dengan membuka aib orang-orang yang tidak sepaham karena persaingan politik semata.

“Tindakan seperti ini sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI karena berorientasi pada upaya mengadudomba dan perpecahan antar umat beragama. Salah satu upaya MUI untuk mencegah makin maraknya berita hoax yakni dengan menjalin kerjasama dengan Kementerian Infokom  melakukan literasi media di sejumlah daerah. Literasi media ini melibatkan organisasi massa dan komunitas termasuk mahasiswa,” jelasnya.


div>