SABTU , 20 OKTOBER 2018

MUI: Jangan Berlebihan Rayakan Tahun Baru

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 30 Desember 2016 13:33
MUI: Jangan Berlebihan Rayakan Tahun Baru

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma’ruf Amin mengimbau masyarakat agar dalam perayaan Tahun Baru 2017, tidak melakukan perayaan secara berlebihan. Itu diungkapkan saat membuka Rakerda dan Ta’aruf MUI Sulsel, di Hotel Sahid Jaya Makassar sebagaimana diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (30/12).

“Mengucapkan selamat tahun baru sih nggak ada masalah, cuman jangan acara yang hura-hura gitu loh. Ga ada fatwa, cuman imbauan untuk tidak merayakannya secara berlebihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun MUI tidak mengeluarkan pernyataan atau Fatwa secara tertulis, namun MUI berharap perayaan tahun baru yang kemudian dilakukan dengan berlebihan dan disertai maksiat-maksiat sebaiknya jangan dilakukan.

“Rayakan silahkan tapi jangan mubazir. Terompet dan petasan itu mubazir, apalagi sampai berbuat maksiat,” terangnya.

Ketua Umum MUI Makassar, Mustamin Arsyad, yang juga dimintai tanggapan mengatakan, tidak ada ketentuan khusus dalam Islam menyambut Tahun Baru. Tidak ada perintah, juga tidak ada larangan.

“Namun jika menyambut tahun baru dengan kembang api, acara makan-makan, menyalakan lilin, meniup trompet atau petasan saya kira hanya pemborosan saja dan juga menimbulkan kebisingan, lebih afdal diisi dengan zikir atau membaca doa akhir dan awal tahun,” ujarnya.

Lanjutnya, Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah merayakan tahun baru. Jika ada yang melakukan hal tersebut, maka dia hanyalah meniru-niru penyambutan tahun baru masehi kalangan non muslim.

Mustamin Arsyad juga membeberkan jika untuk tahun baru miladiyah (Masehi) mengacu pada kelahiran Nabi Isa AS. Sedangkan tahun baru hijriyah mengacu pada peristiwa hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah. (***)


div>