RABU , 20 JUNI 2018

MUI: Khutbah Idul Fitri Jangan Bernuansa Politik Praktis

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 13 Juni 2018 04:43
MUI: Khutbah Idul Fitri Jangan Bernuansa Politik Praktis

ASEP/RAKYATSULSEL SALAT IDUL FITRI. Ribuan umat muslim melaksanakan salat Idul Fitri di Lapangan Karebosi, Makassar, 1436 H, tahun 2015 lalu

RAKYATSULSEL.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau khatib shalat Idul Fitri untuk tidak mengangkat tema-tema politik praktis dalam khutbahnya.

“MUI mengimbau agar para khatib tidak menyampaikan khotbah yang bernuansa dan bersuasana politik praktis yang berpotensi memecah belah umat Islam,” ujar Ketua MUI Ma’ruf Amin di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/6).

MUI mengimbau para khatib menyampaikan pesan peningkatan keimanan dan ketakwaan, persaudaraan dan kedamaian kepada para jamaah. Juga mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme, narkoba, minuman keras, LGBT dan segala bentuk perbuatan jahat lainnya.

“Serta memanjatkan doa untuk seluruh umat Islam di dalam negeri maupun luar negeri, khususnya umat Islam di Palestina, Rohingya, Kashmir dan Syiria yang mengalami berbagai penderitaan dan tragedi kemanusiaan,” kata Ma’ruf Amin.

Selain itu MUI juga menyerukan untuk mengingatkan masyarakat, khususnya saat menggunakan media sosial, untuk tidak menyebarkan informasi yang berisi kebohongan (hoax), ghibah, fitnah, namimah, aib, ujaran kebencian, dan hal-hal sejenis yang tidak layak disebarkan kepada khalayak.

“MUI mengharapkan kepada pemerintah, khususnya pihak kepolisian, agar dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Iedul Fitri, baik pada saat perjalanan pergi dan pulang mudik, malam takbiran maupun pada saat pelaksanaan shalat Idul Fitri di lapangan, di masjid, surau, atau tempat lainnya,” demikian Ma’ruf Amin didampingi Wakil Ketua Umum KH. Zainut Tauhid, Ketua KH. Masduki Baidhawi, Wakil Sekjen Dr. Amirsyah Tambunan, dan jajaran pimpinan lainnya.[dem]


div>