SELASA , 16 OKTOBER 2018

MUI Sulsel Sebut 23 Lubang Kuburan Pelantikan Pejabat Bertentangan Agama

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 22 April 2016 20:14

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menanggapi perihal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Anre Gurutta KH Sanusi Baco LC menuturkan sangat menyayangkan langkah yang dilakukan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto yang melakukan pelantikan dengan cara menyiapkan lubang kuburan.

“Niat Wali kota untuk lakukan pelantikan secara sederhana sangat bagus hanya saja, kami MUI sangat menyayangkan dengan adanya penyiapan lubang kuburan untuk pelantikan sementara belum ada yang meninggal. Jelas hal tersebut tidak dianjurkan dalam agama, karena sama halnya mendoakan orang yang dilantik cepat meninggal,” ungkapnya kesalnya saat dikonfirmasi via telepon, Jumat (22/4).

Meski niat Danny adalah baik melantik para bawahanya di TPU dan merupakan hal baru, namun hal demikian bisa ditafsirkan hanya mengejar tangan berita nasional. Hal ini tentu mengundang perhatian kalangan tokoh agama di Sulsel yang mempertanyakan niat orang nomor satu di kota Makassar menyiapkan lubang kuburan sementara belum ada yang meninggal.

Menurut tokoh NU karismatik Sulsel Sanusi Baco, seorang pejabat daerah seharusnya dilantik secara terhormat di lokasi yang bagus. Bukan para pejabat dilantik dengan cara merendahkan wibawanya.

“Yang dilantik orang-orang terhormat, kalau bisa ditempat yang layak. Kalaupun di area TPU lubang jangan di adakan penyiapan lubang kubur karena sangat tidak elok di dengar berbagai kalangan, apalagi seorang kepala daerah siapkan kubur kosong,”tuturnya.

Niat Danny Pomanto melantik bawanya ini bukan hanya kali pertama di ruang terbuka, sebelumnya pelantikan pertama anak buahnya di area pelabuhan poetere, ketua di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang mendapat berragam macam sorotan. Selanjutnya Pelantikan pejabat hasil mutasi dilaksanakan yang akan digelar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Suding pekan depan.

Dilokasi TPU sudiang Danny menyiapkan lubang kuburang sebanyak 23 akan dijadikan kiblat sumpah janji, para pejabat esalon baru. Namun tindakan ini dianggap MUI Sulsel bertentangan anjuran agama Islam.

“Masya ALLAH, Walaupun belum ada fatwa MUI terkait larangan, namun nikaji dalam konteks agama islam sangat tidak dianjurkan, sehingga atas nama MUI dan saya pribadi mengimbau seluruh tindakan dan aturan yang yang dilakukan sebagai orang beragama harus dikaji matang-matang tidak boleh berlebihan,” tutupnya.


div>