SELASA , 16 OKTOBER 2018

MUI Sulsel Sebut LGBT ‘Haram’ Ajaran Yahudi Zaman Kuno

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 21 Februari 2016 20:27

MAKASSAR,RAKYASULSEL.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel,
Andre Gurutta H AGH Sanusi Baco LC dengan tegas menyatakan Lesbian,
Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) bententangan dengan ajaran islam
dan norma dalam kehidupan masyarakat.

“LGBT ‘Haram’ Ajaran Yahudi Zaman Kuno. MUI Sulsel mengimbau pihak
kepolisian. Dan TNI menindak tegas LGBT yang merusak norma agama.
Bahkan bertentangan dengan ajaran islam. Tembak mati masunusia tak
bermoral,”tegas ketua MUI Sulsel Sanusi Baco Lc, dalam bentuk
imbauanya melalui via telepon Minggu (21/2).

Dijelaskan, alasan MUI mengimbau pelarangan terhadap aktivitas ‘LGBT’
karena menyimpang dari pri kemanusiaan serta perbuatan tersebut
dinilai sebagai kejahatan luar biasa.

“Pendapat ini didasarkan pada aktivitas LGBT yang diharamkan Islam.
Aktivitas seksual LGBT juga dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya
bagi kesehatan dan sumber penyakit menular seperti HIV/AIDS,”tuturnya.

Dikatakan, LGBT merupakan ajaran kuno pada zaman yahudi. “Ini LGBT ajaran kuno, zaman yahudi yang belum mengetahui pemahaman
agama,”sebutnya.

Pada kesempatan ini dia mengimbau, manusia haris memiliki prinsip hidup.

“Prinsip hidup, setiap muslim memelihara agamanya, setiap muslim
memilhara akalnya, setiap muslim memelihara jiwanya, setiap muslim
memelihara ahlaknya, dan setiap muslim harus memelihara
keturunanya,” jelasnya.

MUI sendiri telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang
Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan. Dalam fatwa ini, LGBT diharamkan
karena disebut merupakan suatu bentuk kejahatan.


Tag
  • lgbt
  •  
    div>