SELASA , 18 DESEMBER 2018

Mulyadi Minta Restu Demokrat

Reporter:

Lukman

Editor:

Senin , 21 Agustus 2017 07:00
Mulyadi Minta Restu Demokrat

Bakal Calon Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu saat mengikuti fit and proper test DPD Demokrat Sulsel, di Swiss Bell Hotel Makassar, Minggu (20/8) kemarin.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bakal Calon Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu menegaskan optimismenya bisa mengendarai Demokrat di Pilkada Jeneponto 2018. Hal itu diungkapkannya, saat mengikuti fit and proper test DPD Demokrat Sulsel, di Swiss Bell Hotel Makassar, Minggu (20/8) kemarin.

Mulyadi Mustamu yang juga merupakan Ketua Hanura Jeneponto ini sisa memebutuhkan empat kursi untuk memenuhi syarat usungan di Pilkada. Hal itu setelah Hanura menegaskan untuk mengusung Wakil Bupati Jeneponto ini.

Mulyadi mengaku optimis Hanura dan Demokrat bisa berkoalisi, hal ini setelah dirinya memilih Kasmin Makkamula karaeng Gassing yang merupakan kader Demokrat sekaligus ketua DPRD Jeneponto, untuk menjadi pendampingnya. Hanura dan Demokrat sama-sama memiliki empat kursi di parlemen, sehingga akumulasi kursi keduanya memenuhi syarat minimal usungan sebanyak delapan kursi.

“Tentunya saya mengikuti fit ini berharap diusung partai Demokrat, apalagi saya juga telah menggandeng kader terbaik Demokrat untuk bekerjasama membangun kabupaten Jeneponto,” kata Mulyadi.

Terkait deklarasi, Mulyadi mengaku akan dilakukan segera, setelah mendapatkan rekomendasi dari parpol. “Kalau sudah ada rekomendasi kita pegang, baik itu dari Hanura maupun Demokrat atau partai lain yang telah kami tempati mendaftar, maka kita segera melakukan deklarasi, untuk memasang strategi pemenangan di Jeneponto,” ujarnya.

Mulyadi juga berjanji akan membesarkan partai Demokrat di Jeneponto, jika partai berlambang mercy tersebut merekomendasikan paket Mulyadi Mustamu – Kasmin Makkamula. “Salah satunya membangun kolaborasi membangun partai sama-sama. Saya tidak mau kacang lupa kulitnya,” tuturnya.

Sementara Karaeng Gassing, mengapresiasi kepada partainya yang memberikan peluang untuk ikut bertarung, meskipun hanya menyasar kosong dua, itu dia anggap awal membangun daerah apalagi sebelumnya, dirinya telah menjadi ketua DPRD Jeneponto. “Persolan kosong satu atau kosong dua, itu bukan hal yang diperlukan namun bagi saya hanya pengabdian paling tepenting,” katanya. (*)


div>