SELASA , 12 DESEMBER 2017

Munaslub Solusi Kemelut Beringin

Reporter:

Iskanto - Suryadi - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 21 November 2017 11:31
Munaslub Solusi Kemelut Beringin

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan Partai Golkar dari kehancuran, pasca penahanan Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto. Apalagi, menghadapi sejumlah momentum politik di tahun 2018 dan 2019 mendatang.

Setelah Setya Novanto (Setnov) resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Partai Golkar dikendalikan oleh dua politisi asal Sulsel. Nurdin Halid yang menjabat Ketua Harian DPP Golkar, dan Idrus Marham yang merupakan Sekjen DPP Golkar. Desakan agar dilakukan Munaslub untuk mengganti Setnov, juga semakin menguat.

Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid, mengatakan, setelah Setnov ditahan, ada beberapa agenda yang akan dibahas bersama pada rapat internal DPP di Jakarta, hari ini, Selasa (21/11). Tetapi, ia belum bisa memastikan apakah akan dilaksanakan Munaslub atau tidak.

“Pengurus DPP rencana akan menggelar rapat pleno Golkar pada 21 November 2017 di Kantor DPP Jakarta. Kita akan membahas beberapa hal urgensi soal aspirasi Munaslub dari kader dan politisi senior Golkar,” kata Nurdin Halid, Senin (20/11) kemarin.

Ketua DPD Golkar Sulsel ini mengungkapkan, dengan adanya masalah yang dihadapi ketua umum, partai dikendalikan oleh dirinya sebagai ketua harian, bersama Sekjen Idrus Marham. “Berdasarkan susunan partai dan Anggaran Dasar Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar, maka Ketua Harian bersama Sekjen sekarang menangani seluruh kegiatan organisasi,” tuturnya.

Ditanya soal kandidat pengganti Setnov, Nurdin mengaku belum ada usulan nama yang akan menggantikan Setnov jika digelar Munaslub. Menurutnya, semua aspek masih dikaji. “Belum bicara calon. Kami belum tentukan sikap,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI), Saifuddin Almughniy, menuturkan, untuk dapat eksis kembali, Partai Golkar mesti melakukan Munaslub. Apalagi, perhelatan pesta demokrasi lima tahunan akan segera digelar.

“Munaslub adalah jalan terbaik bagi beringin agar tetap kokoh. Saya kira Golkar harus berbenah diri dalam waktu dekat ini, karena perhelatan politik di Pilkada Serentak 2018 mendatang sangat memberi pengaruh di Pileg dan Pilpres 2019 mendatang,” ujarnya.

Usungan Golkar di Pilkada. (Dok. RakyatSulsel)

Menurutnya, Golkar akan semakin terpuruk apabila tetap mempertahankan Setnov dari berbagai cibiran masyarakat perihal kasus korupsi yang ia lakukan. Bahkan, kini Setnov hanya menjadi perusak demokrasi kepartaian.

“Kondisi ini tentu sangat berbahaya kalau Golkar tetap mempertahankan Setnov. Ada beberapa friksi apakah eksistensi Setnov adalah sosok yang sangat berpengaruh di Golkar, atau malah sebaliknya Setnov adalah skenario brutal untuk menghancurkan Golkar,” terangnya.

Ketika Munaslub dilakukan dan melahirkan pemimpin yang baru, lanjutnya, dipastikan pula terjadi restrukturisasi di pengurusan Golkar. Tetapi, Golkar adalah partai yang matang dan memiliki segudang pengalaman dan kader yang tersebar di seluruh level kekuasaan politik, mulai nasional sampai tingkat bawah.

“Partai golkar harus mempersiapkan agenda-agenda penting menghadapi dinamika yang ada, baik internal maupun eksternal,” pungkasnya.

Tak Pengaruhi Rekomendasi di Pilkada

Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid, memastikan, rekomendasi Partai Golkar untuk calon kepala daerah pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, tidak akan berubah meskipun kendali partai tidak lagi di tangan Ketua Umum Setya Novanto (Setnov). Terutama di Sulsel, dimana ia juga mencalonkan diri untuk bertarung di pilgub.

“Untuk masalah rekomendasi calon kepala daerah tidak akan berubah. Semuanya akan disesuaikan,” kata Nurdin Halid.

Dikonfirmasi terpisah, para jagoan Golkar yang akan bertarung di Pilkada Serentak, juga tidak merasa was-was. Petahana di Kabupaten Enrekang, Muslimin Bando, mengaku yakin akan tetap diusung Partai Golkar. Menurutnya, Golkar adalah partai yang solid dan kendali partai telah diambil alih oleh Ketua Harian dan Sekjen.

“Kalau saya lihat, perubahan usungan tidak akan terjadi. Kan di DPP ada ketua harian dan Insyaallah yang mengambil alih kendali partai. Lagipula, Golkar adalah partai solid, pengurusnya lengkap, dan dalam menetapkan usungan telah dibicarakan dengan banyak pihak,” kata Muslimin Bando.

Senada dikatakan usungan Golkar di Kabupaten Bantaeng, Arfandi Idris. Ia memastikan, usungan Golkar tidak akan berubah hingga keluarnya format B1 KWK.

“Tidak ada perubahan, karena usungan itu bukan dilakukan individu pada saat penetapan. Semua kandidat yang diusung telah mengikuti mekanisme dan telah dibicarakan dengan banyak orang,” tuturnya.

Diketahui, partai berlambang pohon beringin tersebut telah menentukan usungan di sejumlah daerah yang ada. Abdul Latief – Usman Marham di Pilkada Pinrang, Fatmawati Rusdi – Abdul Majid di Sidrap, dan Andi Fahsar Mahdin Padjalangi – Ambo Dalle di Bone. Semuanya telah dikeluarkan format B1 KWK, yang merupakan rekomendasi resmi untuk dipakai mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Usungan Partai Golkar lainnya adalah Munafri Arifuddin (Makassar), Iksan Iskandar (Jeneponto), Arfandi Indris (Bantaeng), Andi Seto Gadhista Asapa (Sinjai), dan dr Baso Rahmanuddin (Wajo). Selanjutnya, Patahuddin (Luwu), Judas Amir (Palopo), Muslimin Bando (Enrekang), dan Taufan Pawe (Parepare), dipastikan akan diusung setelah mendapatkan surat tugas. (*)


div>