KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Munir Dituding Coreng Citra PDIP di DPRD Makassar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 28 April 2016 20:48
Munir Dituding Coreng Citra PDIP di DPRD Makassar

Legislator Fraksi Partai PDIP DPRD Makassar, Munir Mangkana.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Legislator Fraksi Partai PDIP Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Munir Mangkana, disorot rekan-rekannya sesama anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) DPRD Makassar, Kamis (28/4).

Munir dikritik atas sikapnya setiap kali mengikuti rapat di Komisi D yang ‘lari-larian’ dan kerap tidak tidak hadir. Ketidakfokusan Munir mengikuti jalannya rapat dikritik salah satu anggota Komisi D asal Fraksi PPP Abdul Wahid.

Wahid menegur Munir saat rapat Komisi D bersama sejumlah mitra kerja di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev). Munir yang baru datang setelah beberapa jam meninggalkan rapat, tiba-tiba heran karena rapatnya sudah ditutup.

“Rapatnya sudah selesai yah, kenapa cepat sekali. SKPD mana lagi yang akan dipanggil,” ucap Munir saat Ketua Komisi D Muzakkir Ali Djamil mengetuk palu sidang, petanda rapat telah ditutup.

Tiba-tiba, Wahid menyahut dan melontarkan nada kritik kepada Munir. “Makanya Pak, kalau rapat jangan keseringan pergi dan meninggalkan forum. Rapatnya, sudah selesai,” terang Wahid diiringi dengan tawa anggota Komisi D lainnya.

Berdasarkan pantauan, Munir merupakan legislator kerap hanya hadir dalam agenda rapat untuk sekadar memenuhi syarat administrasi Tata Tertib (Tatib) dewan, yaitu menandatangani absensi kehadiran dewan di rapat-rapat.

Setelah mengisi absensi, Munir langsung kabur dan meninggalkan rapat tanpa ada alasan jelas. Ini terjadi hampir pada seluruh agenda rapat di dewan.

Menanggapi hal itu, peneliti Komite Pemantauan Legislatif (Kopel) Sulsel, Santa TG, mengatakan, banyak legislator yang tidak serius memperjuangkan hak-hak dan aspirasi rakyat dilegislatif sebagai seorang wakil rakyat di DPRD.

Menurutnya, kehadiran wakil rakyat disetiap agenda rapat sangat penting, agar mereka bisa memperjuangkan kepentingan rakyat di dalam rapat pembahasan anggaran.

“Bagaimana mereka mau memperjuangkan hak-hak dan kepentingan rakyat, kalau mengikuti rapat saja malas dan hanya isi absen,” terangnya.


div>