SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Muslimin Bando Dipolisikan Laskar Kotak Kosong

Reporter:

Aziz Taba

Editor:

Nunu

Senin , 29 Januari 2018 16:40
Muslimin Bando Dipolisikan Laskar Kotak Kosong

Salah satu tokoh masyarakat Enrekang Andi Nurhatman 'Atong' Karumpa (berorasi) menyampaikan aspirasinya dengan berorasi di atas kendaraan di depan Mapolres Enrekang, Senin (29/1). Mereka mendesak kepolisian memproses ujaran Bupati Enrekang Muslimin Bando yang menyebut masyarakat yang memilih kotak kosong Pilkada Enrekang 2018 mendatang adalah orang yang tidak memiliki perasaan dan tidak ber-Pancasila. foto: aziz taba/rakyatsulsel.

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Enrekang Muslimin Bando dilaporkan Ketua Tim Laskar Kotak Kosong (LKK) Enrekang Alzam Taqwa  ke Polres Enrekang, Senin (29/1).

Laporan ini terkait ujaran Muslimin yang juga calon Bupati Enrekang periode 2018-2023 yang dinilai menyinggung  dan melukai perasaan masyarakat Enrekang, khususnya pendukung kotak kosong. Dimana sebelumnya, Muslimin menyebut memilih kotak kosong pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Enrekang 2018 mendatang adalah orang yang tidak memiliki perasaan dan tidak ber-Pancasila.

Bebera tokoh masyarakat dari beberapa kecamatan juga turut mendampingi kader Partai Gerindara ini, melapor ke Mapolres Enrekang, seperti tokoh masyarakat Kecamatan Anggeraja Chairul Tahir yang juga mantan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PAN, mantan Kepala Dinas Perhubungan Imran Bidohang, serta mantan Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Imran Mazmur.

Selain itu, terlihat juga tokoh masyarakat Kecamatan Maiwa Safruddin Sinring yang juga mantan anggota DPRD Enrekang, Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Enrekang Damansyah, dan mantan bakal calon Bupati Enrekang Saleh Rahim berada diantara ribuan massa yang memadati Mapolres Enrekang.

Bahkan, di sela-sela pelaporan itu, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan aspirasinya melalui orasi dari atas kendaraan di depan Mapolres Enrekang. Salah satu tokoh masyarakat Enrekang Andi Nurhatman ‘Atong’ Karumpa.

Dalam orasinya Atong mengungkapkan, penolakannya kepada Muslimin yang dinilainya tidak mampu mengontrol lidahnya dalam berkata-kata.

“Tidak pantas seorang pejabat publik mengatakan pendukung kotak kosong tidak Pancasila-is atau tidak ber-Pancasila,” terang Atong dengan suara lantang dari atas mobil truk.

Setelah puas berorasi di depan Mapolres Enrekang, tim Laskar Kotak Kosong masuk ke Mapolres untuk menyampaikan laporannya.

Wakapolres Enrekang Kompol Azis Taba yang didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Haris, dan sejumlah Kasat lainnya menerima laporan itu. Aziz mengatakan, kepolisian berjanji akan memproses kasus tersebut sesuai Undang-Undang yang berlaku. (***)


div>