SENIN , 23 JULI 2018

Musprov Pertina Dinilai Ilegal, Ryan Latief: Reza Ali Kurang Paham Jalankan Organisasi

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 10 Januari 2016 20:01

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rencana pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel di Makassar Marine (Hotel SAS), Sabtu (16/1) mendatang, dinilai ilegal. Pasalnya, banyak pelanggaran atas rencana pelaksanaan musprov itu, seperti masa kepengurusan lama yang aktif belum berakhir, dilaksanakan orang bermasalah dan eksternal Pertina Sulsel, serta adanya proses hukum yang tengah bergulir di kepolisian.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina Sulsel, Ryan Latief, akhir pekan lalu, mengatakan, kepengurusan Pertina Sulsel tetap berjalan normal hingga masa jabatan September 2016 mendatang.

“Seharusnya, musprov baru dapat dilaksanakan setelah masa kepengurusan berakhir atau pada September 2016. Jadi kalau ada musprov sebelum waktunya itu ilegal,” terangnya.

RL7, sapaan Ryan Latief, mengatakan, tidak seharusnya musprov dilaksanakan orang bermasalah dan dari eksternal Pertina Sulsel. ‎”Pertina ini organisasi yang diatur AD/ART. Masa penyelenggara musprov orang-orang yang disanksi karena pelanggaran penyalahgunaan wewenang, seperti Adam Taka Simanjuntak dan Faisal Bahrun,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa orang-orang yang masuk sebagai penyelenggara inilah yang selama ini merusak citra Pertina Sulsel. “Ini sudah upaya yang ketiga kalinya mereka merongrong kepengurusan Pertina Sulsel. Sebelumnya, mereka membuat dukungan mosi tidak percaya dengan mengumpulkan tanda tangan, kedua menyurat ke pusat dengan menjelek-jelekkan pengurus yang sah serta ini akan melaksanakan musprov. Lucunya, setelah diselidiki saat itu yang bertanda tangan bukanlah ketua-ketua Pengurus Kabupaten (Pengkot dan Pengkab) Pertina, tetapi ada yang tukang sayur dan lainnya,” terang Gubernur Lumbung Informasi (LIRA) Sulsel ini.

Namun dia menambahkan bahwa meski ada masalah itu, pengurus tetap solid dan semua upaya tersebut ditolak pengkot/pengkab serta pelatih dan petinju yang membuat surat pernyataan dukungan.

Ryan Latief menjelaskan, musprov itu juga tidak dapat dilaksanakan, karena adanya proses hukum di Kepolisian. Yaitu laporan terhadap Ketua Umum Pertina Reza Ali ke Kepolisian Polda Metro Jaya Jakarta atas dugaan tindak pidana fitnah secara tertulis kepada dirinya.

“Ini sementara berproses di Kepolisian, jadi tidak boleh ada musprov sebab Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan musprov dari PP Pertina. Masalah ini juga akan kami bawa ke Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI). Musyawarah Nasional (Munas) Pertina segera dilakukan Februari 2016, jadi langkah keliru kalau ada yang mengatasnamakan musprov. Menjelang munas tidak dibenarkan ada musprov. Jadi, kalau ada pihak-pihak tertentu yang tetap akan melaksanakan musprov, maka kita akan pidanakan dan lapor di Kepolisian,” tegasnya, didampingi Muh Takbir Akbar, Ketua Bidang Organisasi Pertina Sulsel.

Adanya wacana Musprov Pertina Sulsel itu, dinilai Ryan Latief sebagai bentuk kebobrokan Reza Ali dalam menakhodai PP Pertina. “Ini memperlihatkan jika Reza Ali kurang paham menjalankan organisasi. Pertina itu organisasi yang harus dijalankan berdasarkan AD/ART. Bukan seperti perusahaan pribadi yang bisa seenaknya,” jelas pencinta sepakbola ini.

Menurut Ryan, oknum-oknum itu ingin merusak konsentrasi Pertina Sulsel dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016. Namun pihaknya telah meminta kepada pelatih dan petinju untuk tetap konsentrasi melakukan persiapan guna memberikan hasil maksimal dan mengharumkan Sulsel di pentas nasional.


div>