MINGGU , 17 DESEMBER 2017

Mutasi Besar-besaran Kepala BPN se-Sulsel

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 21 Maret 2017 12:13
Mutasi Besar-besaran Kepala BPN se-Sulsel

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertahan Nasional (BPN) Sulsel M Hikmad telah mengatongi nama pengganti Kepala BPN Kabupaten Maros Andi Nuzuliah yang kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar. Hikmad terbelit kasus dugaan korupsi perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros.

“Saat ini sudah ada namanya, namun dia (pengganti Andi Nuzulia) belum mengatongi SK. Yang jelas datang saja kalau hari Rabu di BPN Kota Makassar, saya sendiri yang akan melantiknya,” kata Hikmad diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (21/3).

Hikmad mengungkapkan, setelah Andi Nuzuliah dan Kepala BPN Wajo, Hijaz Zainuddin ditahan Kejaksaan, pihaknya langsung mencopot kedua tersangka.

“Saya sudah mencopot mereka, jadi pelantikan yang akan dilakukan pada hari Rabu bukan saja kepala BPN Maros, namun ada mutasi Kepala BPN seluruh Sulsel,” tuturnya.

Hikmad menyebutkan khusus jabatan kepala BPN Wajo, saat ini belum ada yang mengisi. “Kalau BPN Wajo masih Plt yang saat ini menjabat sementara,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tim penyidik tindak pidana khusus, Kejaksaan telah melakukan penahan terhadap keduanya karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi yang dimerugikan negara hingga Rp317 miliar dari total anggaran APBN sebesar Rp520 miliar.

Dalam kasus ini, Andi Nuzuliah berperan sebagai Pejabat Pengadaan Tanah (P2T), sementara Hijaz berperan sebagai satgas A melakukan indentifikasi dan verifikasi yuridis saat masih bertugas di BPN Maros.

[NEXT-RASUL]

Selain keduanya, Kejaksaan juga telah menetapkan beberapa tersangka lain. Mereka adalah Kepala Sub Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah Hamka dan Kasubsi Pendaftaran Hartawan Tahir dan Juru Ukur Muhtar.

Selanjutnya, Camat Mandai, Kabupaten Maros Machmud Osman dan Kepala Dusun Bado-bado, Kelurahan Bajimangai, Kecamatan Mandai Rasyid yang lebih dahulu ditahan oleh Kejaksaan.

Selain itu, tersangka lain yakni Kepala Desa Baji Mangai Rasyid dan oknum UPTD Dinas Pendidikan Kota Makassar, Sitti Rabiah yang kini sedang dalam proses persidangan. (***)


div>