• Jumat, 31 Oktober 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Mutasi Pemkot Makassar, Dicurigai Ada Praktek Jual Beli Jabatan

Selasa , 21 Mei 2013 01:58
Total Pembaca : 695 Views

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mutasi sejumlah jabatan eselon di lingkup Pemerintah Kota Makassar, disinyalir rawan praktek jual beli jabatan. Demi mendapatkan jabatan strategis, sejumlah oknum ditenggarai menyewa jasa “makelar jabatan” untuk memuluskan promosinya.

LSM Macazzar Government Watch (MGW), yang mencurigai hal tersebut. LSM yang suka rela mengawasi kinerja pemerintahan Pemkot Makassar ini menemukan indikasi praktek tersebut.

Kordinator MGW, Aiman Adnan mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan masyarakat terkait adanya pertemuan antara salah satu orang dekat Wali Kota Makassar, Ilham Arief Siorajuddin dengan beberapa oknum calon pejabat. Pertemuan itu dilakukan pekan lalu, malam hari di sebuah tempat tertutup.

“Kami sudah mengantongi beberapa nama calomn pejabat yang konon melakukan lobi-lobi yahudi untuk mendapatkan jabatan eselon di Pemkot. Kami sementara melakukan investigasi untuk memperkuat data dan bukti agar cukup kuat untuk menggugat oknum itu. Terlebih kalau dia terpilih menjabat setelah melakukan praktek-praktek seperti itu,” beber Aiman, dalam konferensi persnya di Press Room, Gedung Balai Kota Makassar, Senin (20/5).

Sayangnya, Aiman enggan merilis nama-nama oknum yang dimaksudkannya, lantaran belum cukup bukti. Menuduh seseorang tanpa dasar bukti yang kuat, diakui Aiman, memang bukanlah ciri lembaganya.

Dia melanjutkan, jabatan kosong yang sementara dicari pejabat barunya tersebut rata-rata adalah posisi strategis, semisal eselon II. Menurutnya, sebagai jabatan yang bertugas membantu wali kota di garis terdepan pelayanan masyarakat, jabatan sejumlah Kepala SKPD harus diisi oleh orang-orang yang benar-benar ahli dibidang itu. Track record memadai dalam tupoksi kerja di pos tersebut juga berperan penting dalam pelayanan pemerintahan yang pro-rakyat.

“Ini akhir periode Ilham dan Supomo (IASmo), maka harus ditunjukkan kinerja yang baik. Jangan sampai citra baik mereka tercederai karena kabinet terakhir yang dibentuk tidak diisi pejabat-pejabat eselon berkualitas. Kalau kabinetnya harmonis, maka tentu pemerintahan IASmo akan berakhir dengan baik. Kami yakin Ilham mampu memilih pejabat eselon sesuai dengan kriteria yang ada. Makanya sebelum “jatuh palu”, kami mengingatkan bahaya praktek jual beli jabatan,” terangnya.

MGW mengusulkan agar Pemkot Makassar melakukan lelang jabatan seperti yang dilakukan Wali Kota DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), baru-baru ini “Sehingga penempatan jabatan ini lebih transparan, lebih terbuka, dan yang mengisi kabinet juga pejabat-pejabat berkualitas. Dengan cara lelang, praktek jual beli jabatan bisa diminimalisir,” sarannya.

Selain itu, banyaknya calon pejabat eselon yang gagap teknologi (gaptek), juga dinilai Aiman sebagai bentuk tidak berkualitasnya sebagian besar calon-calon pejabat baru di lingkup Pemkot. “Kami berharap kualitas pejabat baru nanti betul-betul bisa menunjang kinerja tupoksi pos kerja dimana dia ditempatkan. Salah satunya tidak boleh gaptek! Apalagi sekarang teknologi canggih. Jangan sampai untuk urusan administrasi persuratan saja harus jauh-jauh ke Jakarta, padahal bisa dikirim lewat email saja,” imbuhnya.

 


Penulis: Achmad Shabir
Editor: Azis Kuba