SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Mutasi PTT Sepihak dan Jual Beli Obat, DPRD Cecar Manajemen RSUD Pangkep

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 01 Agustus 2017 15:14
Mutasi PTT Sepihak dan Jual Beli Obat, DPRD Cecar Manajemen RSUD Pangkep

Ketua DPRD Pangkep Ilham Zainuddin saat menyampaikan laporan masyarakat terkait keluhan di RSUD Pangkep. foto: atho tola/rakyatsulsel.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Manajemen RSUD Pangkep dicecar sejumlah pertanyaan dari dewan di Komisi II DPRD Pangkep, saat menggelar rapat dengar pendapat terkait laporan mutasi PTT serta dugaan jual beli obat untuk pasien RSUD, yang menghadirkan Direktur RSUD Pangkep, Dr Baharuddin, Selasa (1/8).

Tidak hanya dihadiri komisi II, yang diketuai Yusran Lalogau, Ketua DPRD Pangkep Andi Ilham Zainuddin juga ikut hadir dan membeberkan sejumlah laporan masyarakat atas sistem pelayanan serta kinerja rumah sakit yang buruk.

Terkait tenaga PTT RSUD, Ilham menyayangkan langkah pihak RSUD yang dinilai sangat semena-mena terhadap beberapa tenaga PTT yang diberhentikan atau dimutasi dengan alasan yang tidak mendasar. Tidak hanya itu dewan juga menyayangkan, ada laporan masyarakat terkait praktik jual beli obat kepada pasien di rumah sakit.

“Kami harap sebagai wakil rakyat, tidak adalagi keluhan seperti ini, karena rumah sakti ini milik pemerintah, kalau mau mengatur, bikin saja rumah sakit sendiri,” jelas Ketua Harian Golkar Pangkep tersebut.

Ilham meminta pimpinan RSUD, agar mengevaluasi segala kinerja bawahannya, agar kejadian ini tidak berulang lagi. ”Bayangkan ada juga cleaning service diberhentikan begitu saja. Kasihan dia dengan gaji Rp700 ribu per bulan, sementara sebagai PNS di RSUD bergaji lebih dari cukup,” jelasnya.

Direktur RSUD Pangkep, dr Baharuddin, yang ditemui usai mengikuti rapat mengaku, akan mengevaluasi manajemen yang dinggap bermasalah. “Saya akan tindak lanjuti, karena mutasi itu tugas bagian kepegawaian, yang tinggal saya tanda tangani untuk disetujui,” tutur Bahar.

Terkait jual beli obat, pihak rumah sakit sendiri telah memindahkan salah seorang perawat atas nama Ely Ermawati dari OK ke UGD karena aktivitasnya yang dinilai melanggar. “Apapun bentuknya, tetap kami tidak perbolehkan ada jual beli obat ke pasien, apalagi pasien yang ditanggung BPJS,” ujarnya. (***)

 


div>