• Selasa, 23 Desember 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Mutasi Untuk Memenangkan Pilwakot Atau Hukuman Pasca Pilgub

Jumat , 26 April 2013 14:22
Total Pembaca : 425 Views
Arief Wicaksono, Pengamat Politik

Baca juga

Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, baru-baru ini memutasi sejumlah camat dan lurah di Makassar. Konon kabarnya, pejabat baru tingkat kecamatan dan kelurahan yang diangkat adalah gerbongnya yang akan bergerak memenangkan Pilwalkot mendatang. Sedang pejabat yang terindikasi bergabung dengan gerbong wakil wali kota Supomo Guntur dimutasi.

Supomo bahkan tidak menghadiri pelantikan para camat dan lurah baru tersebut. Tersiar kabar, Supomo kecewa sebab seluruh gerbong politiknya yang menempati posisi strategis di Pemkot Makassar dilibas habis.

Bagaimana pandangan pengamat politik mengenai polemik ini. Berikut petikan wawancara Rakyat Sulsel dengan Pengamat Politik, Dr Arif Wicaksono.

 

+ Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin ditengarai membawa gerbongnya pada mutasi camat dan lurah baru-baru ini. Bagaimana tanggap Anda?

*Begitulah model demokrasi di era otonomi daerah. Siapa yang berkuasa, dialah yang memiliki akses terkuat membawa gerbongnya masuk ke pemerintahan. Akibatnya gerbong Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur juga kena imbas. Saya dengar beberapa camat yang merupakan gerbong Supomo juga ikut dimutasi.

 

+ Menurut Anda, apa dampak yang mungkin timbul jika terjadi konflik anatar gerbong wali kota versus wakil wali kota?

*Tentu saja konflik ini sangat berdampak pada jalannya instansi pemerintahan di Makassar. Sebab timbul friksi antara gerbong yang merasa dirugikan dan gerbong yang diuntungkan. Tugas utama pemerintah yakni melayani masyarakat bisa terganggu karena adanya friksi itu.

 

+ Jadi kondisi ini akan merugikan masyarakat?

*Iya, tentu saja dampaknya sangat negatif bagi rakyat yang memerlukan pelayanan dari birokrasi pemerintahan. Karena pengangkatan pejabat pemerintah tergantung gerbongnya siapa. Masyarakat yang dianggap tidak segerbong tentu akan dipersulit proses urusan-urusan administratifnya di tingkat kelurahan dan kecamatan.

 

+ Menurut Anda, apa mungkin mutasi ini ada hubungannya dengan upaya memenangkan calon usungan Partai Demokrat di Pilwalkot?

*Besar kemungkinan karena Pak Ilham ini adalah Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel sehingga bisa saja mutasi itu ada kaitannya dengan upaya menggaet suara bagi calon usungan Partai Demokrat di Pilwakot. Mungkin juga sebagai hukuman, akibat imbas Pilgub Sulsel kemarin. Pak Ilham tentu sangat kecewa dengan kinerja para lurah dan camat padahal mereka semua sudah dibawa liburan ke Bali, sedang Ilham hanya menang tipis di Makassar.

 

+ Jadi menurut Anda apakah para pejabat yang dilantik ini berkompeten?

*Menurut saya tidak. Sebab para pejabat yang diangkat bukan dilihat dari kompetensi pemerintahannya, tetapi di gerbong mana dia bergabung dan sejauh mana kemampuannya menggaet suara.

 

+ Apakah teknik meraih suara dengan menggunakan pejabat pemerintah itu efektif?

*Belum tentu. Di Sulsel ini pengaruh Partai Golkar masih kuat dari segi birokrasi. Bisa saja ada beberapa pejabat pemerintah gerbong Ilham yang berkhianat, sama seperti di Pilgub kemarin. Apalagi ini sudah mendekati masa akhir jabatan Ilham sebagai wali kota. (M2/eui)