RABU , 13 DESEMBER 2017

Myanmar dan Bangladesh Sepakat Soal Pengungsi Rohingya

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 24 November 2017 07:00
Myanmar dan Bangladesh Sepakat Soal Pengungsi Rohingya

int

MYANMAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengungsi Rohingya di Bangladesh akhirnya punya peluang kembali ke Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Pemerintah kedua negara telah menyepakati kerja sama terkait pengembalian mereka.

Pemerintah Myanmar mengumumkan tercapainya kesepakatan tersebut, Kamis (23/11). Sayangnya, belum ada penjelasan detail mengenai isi kesepakatan.

“Kami siap menerima mereka kembali setelah Bangladesh mengembalikan formulirnya ke kami,” ujar pejabat Kementerian Imigrasi Myanmar, Myint Kyaing, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (23/11).

Formulir yang dimaksudnya adalah formulir pendaftaran yang harus diisi setiap pengungsi Rohingya dengan data pribadi masing-masing.

Sayangnya, kemungkinan besar tak semua pengungsi bisa kembali. Pekan lalu, pemimpin militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan bahwa jumlah pengungsi yang diusulkan Bangladesh tidak masuk akal.

Bangladesh sendiri mengusahakan repatriasi bagi pengungsi Myanmar lantaran sudah tidak sanggup lagi menampung mereka.

Sekitar 620 ribu etnis Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak Agustus lalu. Mereka menghindari persekusi yang dilakukan militer dan penduduk sipil Myanmar di Rakhine.

Masyarakat internasional beramai-ramai mengutuk apa yang terjadi di Negara Bagian Rakhine tersebut. Bahkan, Amerika Serikat menyebut apa yang terjadi sebagai upaya terang-terangan untuk menghabisi etnis Rohingya. Pemerintah Myanmar pun ditekan untuk bertindak.

Tekanan dari berbagai penjuru itu baru berbuah hasil sebulan terakhir. Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk pertama kalinya sejak konflik pecah, berkunjung ke Negara Bagian Rakhine untuk melihat langsung situasi di lapangan.

Suu Kyi pun bersedia membuka pembicaraan dengan Bangladesh soal repatriasi para pengungsi Rohingya. Baru-baru ini dia bertemu dengan menteri luar negeri Bangladesh untuk membicarakan hal tersebut. Pertemuan inilah yang berujung pada kesepakatan untuk memfasilitasi pengembalian pengungsi ke rumah mereka di Rakhine. (jpnn)


div>