RABU , 12 DESEMBER 2018

NA Anggap Polemik Gaji Tenaga Medis RSUD Bantaeng Hanya Miskomunikasi

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Minggu , 22 Juli 2018 20:00
NA Anggap Polemik Gaji Tenaga Medis RSUD Bantaeng Hanya Miskomunikasi

Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah (NA) bersalaman dengan para tenaga medis RSUD Bantaeng.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah (NA) menyempatkan diri menghadiri rapat bersama Direktur RSUD Bantaeng, dr. Sultan dan segenap tenaga medis rumah sakit.

Rapat ini digelar guna menyikapi kejadian baru-baru ini terkait insentif tenaga medis yang dikabarkan enam bulan belum dibayarkan.

Nurdin Abdullah meyakinkan bahwa sebenarnya tidak ada masalah sama sekali, yang terjadi hanyalah miskomunikasi.

“Sebenarnya ada yang tidak konek antara RSUD dengan Pemkab yang bermula dari usulan RSUD yang ingin menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah),” kata NA di ruang rapat RSUD Bantaeng, Sabtu (21/7).

Dia juga mengatakan Pemkab menganggap BLUD adalah kemandirian. Seandainya RSUD secara kontinyu memberi laporan keuangan kepada Pemkab pasti tidak akan ada masalah.

Dia juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk mengedepankan transparansi pengelolaan keuangan. Hal itu guna mengetahui apakah dengan status BLUD, RSUD sudah mandiri 100 persen ataukah masih harus dibantu pada sektor – sektor tertentu.

“Saya selalu mengatakan, bayarlah orang sebelum keringatnya kering. Para dokter tidak usah khawatir, cukup melayani masyarakat dengan baik, urusan hak itu biar kami yang menyelesaikan,” jelas dia.

Wakil Ketua DPRD Bantaeng, Andi Nurhayati mengharapkan agar pihak RSUD melakukan perbaikan administrasi, serta tidak membeda – bedakan pelayanan kepada seluruh pasien.

“Marilah kita semua sama – sama berbenah dan memperbaiki,” jelas dia.

Turut hadir pada kesempatan tersebut antara lain Sekretaris Daerah, Abdul Wahab, Kepala BPKD, H. Muhammad Rasyid, Kepala Satpol PP, Abdullah, dan Sekretaris BPKD, Junaedi B. (*)


div>