RABU , 21 NOVEMBER 2018

NA-ASS Tanpa Dentuman

Reporter:

Suryadi Maswatu - Fahrullah

Editor:

Iskanto

Senin , 05 November 2018 09:00
NA-ASS Tanpa Dentuman

Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sudah hampir dua bulan Kepemimpinan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) belum menunjukkkan ada dentuman yang berarti untuk kesejahteraan rakyat di Sulsel.

Bahkan diawal kepemimpinan NA-ASS, pemprov Sulsel meminta pengadaan helikopter dan bus mewah, hingga pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D).

Sebenarnya menjadi sangat baik, kalau karakter kepemimpinan itu autentik, tidak sekedar mengikuti pemimpin-pemimpin sebelumnya. Namun sebaiknya Pemimpin selanjutnya harus lebih baik dari sebelumnya.

Pengamat pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, di apel pertama kepemimpinan NA-ASS, NA sempat memberi harapan tentang format ulang birokrasi yang bersih dan profesional, tetapi di masa selanjutnya kepemimpinan baru NA-ASS ini nyaris “tanpa dentuman”.

“Bahkan lebih banyak energi kekuasaan untuk mengurusi adaptasi internal, seperti mengharmonisasi hubungan OPD dan TP2D yang belum rapih. Belum lagi dinamika hubungan Pemprov dan DPRD, karena pola komunikasi politik yang belum terbentuk dengan baik,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan jika program-program populis NA-ASS memang belum kelihatan. “Hampir semua program yang menjadi polemik di media, justru tidak berkorelasi langsung dengan kebutuhan rakyat. Tapi memang pemimpin yang memulai pembaharuan dari penataan sistem,” tuturnya.

“Sehingga tidak langsung pada aksi-aksi populis dan sporadis. Kita masih perlu menunggu lebih lama, bagaimana cara NA-ASS membreak-down visi dan misi kepemimpinannya,” katanya.

Sementara Pengamat pemerintan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Lukman Irwan menambahkan, harapan rakyat sangat besar untuk meningkat kesejahteraan masyakarat. Apalagi masyarakat saat ini melihat bagaimana kepemimpian NA di Bantaeng selama 10 tahun. “Ini menjadi tantangan yang harus dijawab secara terukur,” katanya.

Namun kata Andi Lukman Irwan diawal kepemimpinan NA-ASS memiliki polemik yang seharusnya diawal katanya, NA harus memperilihatkan konsep pembanguan Sulsel 5 tahun kedeoan. “Polemiki ini harus diselesaikan dan turun tangan, sehingga masyarakat tidak pesimis kepemimpinan beliau,” ujarnya.

“Jangan sampai polemik TP2D yang lebih masuk intervensi OPD bisa menghambat kinerja mereka dan merealisasikan capaian yang telah ditargetkan 2018. Apalagi saat ini akhir tahun,” lanjutnya.

Andi Lukman Irwan juga menilai jika desain awal TP2D itu sangat bagus,untuk membatu capaian dan program gubernur. Tapi garis komunikasi pihak OPD dan TP2D harus jelas. “TP2D hanya membantu OPD untuk menjabarkan program kerja, bukan mengintervensi langsung OPD,” tutupnya. (*)


div>