SELASA , 13 NOVEMBER 2018

NA – Hanif Dhakiri, Serahkan 1000 Sertifikat Kompetensi Siswa BLK Makassar

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Kamis , 18 Oktober 2018 11:30
NA – Hanif Dhakiri, Serahkan 1000 Sertifikat Kompetensi Siswa BLK Makassar

ANDRISAPUTRA/RAKYATSULSEL PAMERAN FAIR 2018. Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri berbincang siswa BLK Makassar usai membuka kegiatan Pameran Fair 2018, di Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar, Jl Taman Makam Pahlwan, Rabu (17/10). Sebayak 1.040 siswa telah tersertifikasi di tahun 2018 dari 12 kejurusan yang ada di BLK Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri, menyerahkan secara simbolis 1000 sertifikat kompetensi kepada siswa BLK Makassar, saat membuka acara BLK Makassar Fair 2018, di Balai Latihan Kerja Makassar, Jalan Taman Makam Pahlawan, Rabu (17/10).

Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker, Bambang Satrio, dalam laporannya mengatakan, pemberian sertifikat tersebut sebagai wujud dan bukti kompetensi kepada para alumni dan siap masuk dunia kerja.

“Terus terang program ini adalah program yang sangat dibutuhkan dunia usaha, agar mendapatkan tenaga terampil yang siap bekerja,” kata Nurdin Abdullah.

Ia juga menyampaikan, kepada menteri, bahwa Smelter di Bantaeng juga sudah beroperasi dan telah melakukan ekspor lima kali. Industri ini juga merekrut tenaga-tenaga terampil keluaran BLK.

“Ini adalah langkah yang dibutuhkan untuk pemenuhan tenaga kerja,” sebut NA.
Diketahui, sebanyak 1040 siswa telah tersertifikasi di tahun 2018, yang berasal dari 12 kejuruan yang ada di BLK Makassar.

Gubernur NA pun mengaku mengapresiasi upaya Kementerian Tenaga Kerja RI untuk mendorong pendirian sekolah vokasi. Seiring dengan hal tersebut, Pemprov Sulsel juga mendorong investasi agar tersedia lapangan kerja, sebab kedepan Sulsel akan menjadi lahan investasi yang menjanjikan.

NA membeberkan, pada Januari tahun 2018. Akan ada investasi pada bidang perikanan, dimana Makassar dengan sistem keramba dan akan memberikan training atau pelatihan selama tiga bulan ke Jepang. Keluhan dan hambatan bidang investasi juga tengah dilakukan.

“Keluhan dan hambatan diatas tengah diminimalisir oleh Pemprov Sulsel. Jika mau menyelesaikan pengangguran dan kemiskinan, maka birokrasi harus dibenahi,” ujarnya.

Sementara itu, Hanif Dhakiri diawal sambutannya memberikan selamat kepada mantan bupati Bantaeng dua periode itu, yang telah diberikan amanah oleh masyarakat Sulsel sebagai gubernur.

Hanif menyebutkan, sertifikat kompetensi berbeda dengan pelatihan. Sertifikat kompetensi diakui oleh industri dan dunia usaha. Sehingga dibutuhkan uji kompetensi.

Persoalan bidang ketenegakerjaan dari hari ke hari semakin baik, kata Hanif, walaupun menghadapi tantangan seperti masalah kemiskinan. Selain itu, masalah pengangguran serta pekerja miskin. Di Indonesia 58 persen angkatan kerja hanya lulusan SD dan SMP dari 133 juta orang angkatan kerja.

“Kita ingin memastikan warga Indonesia memiliki keahlian untuk perlindungan masa depan mereka. Terlindungi karena miliki kemampuan kerja,” sebutnya.

Pemerintah mendorong pelatihan berbasis kompetensi untuk memberikan keahlian kepada warga. Selain itu, bagi yang memiliki skill (keahlian) untuk dapat meningkatkan kemampuannya melalui kebijakan upskillnya dan meminta BLK untuk membuka fasilitas tersebut. Serta reskilling untuk merubah keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Dunia kerja juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, terutama teknologi informasi, jika teknologi berubah maka industri akan berubah. Serta Industri yang berubah mempengaruhi hadir atau hilangnya jenis pekerjaan,” pungkasnya. (*)


div>