RABU , 12 DESEMBER 2018

NA Janji Hibahkan Feri Untuk Selayar, OPD Bingung

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Selasa , 09 Oktober 2018 08:40
NA Janji Hibahkan Feri Untuk Selayar, OPD Bingung

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Sulsel, Andi Arwin Azis

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Terkait rencana Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) memberikan hadiah spesial di Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kepulauan Selayar ke-413, pada 29 November 2018 mendatang, ternyata membingungkan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sejumlah OPD terkait pun saling lempar tanggung jawab saat dikonfirmasi. Bagaimana tidak, hadiah dalam bentuk hibah satu unit kapal Feri senilai Rp31 miliar tersebut, akan diberikan secara cuma-cuma oleh Pemprov.

Hal inilah kemudian membuat OPD terkait kebingungan mencari darimana mendapatkan pos anggaran pengadaannya.

Hal ini terungkap setelah dikonfirmasi langsung ke Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Sulsel, Andi Arwin Azis, yang mengaku tidak tahu menahu soal pos anggaraannya.

“Tabe mungkin Dinas Perhubungan yang mengalokasikan, karena untuk hibah barang yang diserahkan itu biasanya melekat dimasing-masing OPD teknis terkait,” singkatnya, saat dihubungi Rakyat Sulsel, Senin (8/10).

Terpisah, kepala Dinas Perhubungan Sulsel pun tak bisa berkomentar panjang terkait darimana anggaran hibah feri tersebut. Dirinya hanya menyatakan jika anggaran hibah untuk satu unit kapal feri tersebut memang tidak ada di APBD.

“Baru akan dikoordinasikan kembali, karena memang tidak ada di APBD itu,” singkat Ilyas.

Rencana gubernur NA dalam menyiapkan hadiah spesial di HUT Kabupaten Selayar mendatang terbilang mendadak.
Bahkan, NA menyebut nilai Kapal Feri yang akan dihibahkan itu senilai Rp31 miliar. Nominal sebesar itu tentu saja OPD terkait di Pemprov harus memutar otak, sebab nilai itu cukup besar Pemprov apalagi pos anggarannya tak ada dalam APBD.

“Itu masih dikomunikasikan, karena itu sangat penting, kita mau berikan satu contoh sistem transportasi pulau yang nyaman, aman dan dingin, senilai Rp31 miliar harganya satu unit,” kata NA, beberapa waktu lalu.

NA mengaku hal ini merupakan sebuah reward bagi pulau terbesar diluar pulau Sulawesi itu.

“Penganggarannya dari Pemprov, itulah reward yang diberikan pada ulang tahunnya Selayar nanti. Kita harus dorong ini daerah supaya memiliki Sulsel, jangan cuma dia memiliki Selayar saja, agar kita bisa bersinergi. Pengelolaannya akan dikelola oleh Dinas Perhubungan setempat dan tidak ada sistem bagi hasil,” paparnya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga akan meminta kepada Teknik Perkapalan Unhas, untuk melakukan sayembara desain kapal yang nyaman dan bagus.
Alasan pengadaan kapal ini karena menurut NA Selayar, memiliki potensi di sektor pariwisata seperti mutiara.
Dengan berkembangnya potensi wisata, kata NA, dapat mengurangi pengangguran, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru karena banyaknya usaha yang dapat berkembang. (*)


div>