SABTU , 18 AGUSTUS 2018

NA “Warning” Sumarsono Tak Lakukan Lelang Jabatan

Reporter:

Al Amin

Editor:

Lukman

Kamis , 26 Juli 2018 11:00
NA “Warning” Sumarsono Tak Lakukan Lelang Jabatan

Soni Sumarsono

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur terpilih Nurdin Abdullah (NA) melalui tim transisinya, meminta agar Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, tidak melakukan lelang jabatan untuk mengisi kekosongan jabatan Eselon II di lingkup Pemprov Sulsel.

Begitupun dengan lelang jabatan untuk penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi defenitif, yang saat ini dijabat Pelaksana Tugas Tautoto Tanaranggina.

Salah satu anggota tim transisi NA, Jayadi Nas, mengatakan, Penjabat Gubernur Sumarsono harus menghargai NA sebagai gubernur terpilih. Mutasi dan lelang jabatan bukanlah solusi, apalagi ketika lelang jabatan tidak sesuai dengan keinginan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih.

“Prof Nurdin Abdullah ini karakternya memilih orang yang mau bekerja dan hasilnya kelihatan. Ganti orang itu bukan solusi, tapi solusi itu adalah siapa yang layak dan mau bekerja,” kata Jayadi, Selasa (25/7).

Etikanya, kata Jayadi, masalah lelang jabatan atau mutasi harus diserahkan ke NA. Apalagi, yang akan menjabat selama lima tahun ke depan adalah NA, bukan Sumarsono.

“Penjabat Gubernur harus memberikan ruang untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih, untuk memilih pejabat pemprov yang berkompeten, karena mereka yang lebih memahami visi dan misinya. Mereka yang mau kerja ke depannya,” tegasnya.

Sementara, Sumarsono seharusnya bertemu dengan NA untuk mendiskusikan persoalan mutasi dan lelang jabatan yang akan dibuka, kemarin. Namun pertemuan tersebut batal, dan Sumarsono terpaksa kembali menunda kepastian pengangkatan jabatan Eselon II dan rencana lelang jabatan Sekda Provinsi Sulsel.

Meski begitu, Sumarsono, menegaskan, hal utama yang akan menjadi pembahasannya dengan NA nantinya, yakni model tindakan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Sekda. Ia menegaskan, tetap akan melakukan seleksi terbuka atau lelang jabatan.

“Proses pengisian jabatan Eselon II harus sesuai aturan, harus dengan seleksi terbuka atau lelang,” tegas Sumarsono, terpisah.

Meski hal itu merupakan hak Sumarsono sebagai Penjabat Gubernur, namun ia mengaku tetap menjaga etika pemerintahan dengan meminta pertimbangan dari NA sebagai gubernur terpilih. Saat ini, Sumarsono tinggal menunggu kepastian dari NA, kapan lelang jabatan itu akan dilakukan.

“Soal kapan itu dilelang, sebenarnya itu kebijakan saya sebagai Penjabat Gubernur. Tapi, dengan tetap memperhatikan masukan dari NA. Rencana tanggal 27 Juli, saya bertemu secara khusus dengan NA untuk ngopi bersama,” ungkapnya.

Sumarsono beralasan, lelang jabatan sangat mendesak dan harus segera dilakukan agar posisi setingkat Eselon II tidak mengalami kekosongan terlalu lama.

“Saya kira sopan santunnya, saya harus konsultasikan dengan Pak NA dulu. Saya akan sampaikan bahwa akan ada lelang, kalau beliau setuju kita jalan. Kalau tidak, ya tidak dijalankan,” jelasnya. (*)


div>