SABTU , 23 JUNI 2018

Naik Rp 345 Ribu, Ongkos Berangkat Haji 2018 Jadi Rp 35,2 Juta

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 13 Maret 2018 11:45
Naik Rp 345 Ribu, Ongkos Berangkat Haji 2018 Jadi Rp 35,2 Juta

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Hendra Eka/Jawa Pos)

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Akhirnya pemerintah sepakat menetapkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2018. Tahun itu ongkos naik haji bertambah Rp 345 ribuan dari biaya 2017 yang rata-ratanya Rp 34,89 juta. Atas ketetapan itu total biaya haji 2018 mencapai Rp 35,235 juta per jamaah. Keputusan ongkos haji itu ditetapkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong kemarin (12/3).

Dalam pembahasan antara parlemen dan Kemenag, potensi kenaikan biaya haji yang ditanggung jamaah (direct cost) berhasil ditekan. Sebagai gantinya, penggunaan dana haji tahun ini melonjak. “Dibanding tahun lalu, penggunaan dana haji bertambah Rp 841 miliar,” kata Ketua Panja BPIH Komisi VIII DPR Noor Achmad.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menjelaskan, dalam UU 13/2008 tentang Penyelenggaraan Haji, tidak diatur batasan berapa banyak dana haji boleh dipakai untuk subsidi. “Tapi, di RUU (Haji) yang baru, diatur indirect cost tidak boleh terlalu besar,” ujarnya.

Lukman Hakim bersyukur karena kenaikan biaya haji hanya Rp 345 ribu. “Tentu ‘hanya’-nya dalam tanda petik,” ucapnya.

Dia mengatakan, biaya riil haji tahun ini mencapai Rp 66,25 juta per jamaah. Tetapi, dengan penggunaan hasil pengelolaan dana haji sebagai subsidi, jamaah hanya membayar separonya.

Lukman menjelaskan, ada tiga variabel yang bisa membuat biaya haji tahun ini naik signifikan. Antara lain adanya PPN 5 persen yang dipungut pemerintah Arab Saudi. Kemudian kenaikan harga avtur. “Ketiga, kurs dolar (yang menguat terhadap rupiah. Red),” bebernya.

(wan/c9/oki)


div>