RABU , 14 NOVEMBER 2018

Nama Bupati Gowa Masuk 16 Anak Muda Potensial Calon Pemimpin Nasional 2024

Reporter:

Editor:

Iskanto

Rabu , 31 Oktober 2018 13:43
Nama Bupati Gowa Masuk 16 Anak Muda Potensial Calon Pemimpin Nasional 2024

JMPI merilis hasil riset terkait 16 Anak Muda Potensial Calon Pemimpin Nasional 2024. (ist)

YOGYAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Ditengah hangatnya perdebatan mengenai sosok calon presiden dan wakil presiden 2019 mendatang yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jaringan Muda Produktif Indonesia (JMPI) membuat isu baru yang tak kalah menariknya.

Dimana, JMPI merilis hasil riset mereka mengenai tokoh muda potensial di era digital ini yang layak masuk dalam radar calon pemimpin nasional 2024, Minggu (28/10). Nama-nama tokoh muda yang masuk dalam radar JMPI ini memiliki keahlian masing-masing dan sudah sering muncul di berbagai pemberitaan di tanah air.

Mereka adalah Ustad Abdul Somad, Dahnil Azhar Simanjuntak, Yaqut Cholil Choumas, Agus Harimurti Yudhoyono, Ahmad Hanafi Rais, Anindra Ardiansyah Bakrie, Raja Sapta Oktohari, M Romahurmudzy. Ada juga nama Grace Natalie, Najwa Shihab, Nadiem Makarim, Fadly Amran, Adnan Purichta Ichsan, Dimas Okky Nugroho, Emil Elistianto Dardak serta Sabrang Mowo Damar Panuluh.

Jurus Bicara JMPI, Subkhi Ridho MA PhD (can) menyebut di usia ke 90 Sumpah Pemuda, bangsa ini menghadapi tahun-tahun politik yang penuh dengan cobaan dan tantangan yang sangat luar biasa.

Problem kesejahteraan dan pemerataan serta keadilan sosial masih menjadi isu utama. Penegakan hukum masih kurang konsisten. Begitu juga dengan reformasi birokrasi dan pelayanan publik juga masih terus berjuang untuk menjadi yang lebih baik.

“Itu semua terjadi lantaran masih kuatnya oligarki dan dominasi serta kesenjangan sosial ekonomi politik,” jelas Subkhi didampingi dosen Fisip UAJY Dr Lukas Ispandriarno serta Ridha Kusnawati selaku pegiat digital creative.

Berkaitan dengan itu, maka proses regenerasi politik perlu kiranya saat ini anak muda menyuarakan dan mendesakan ide-ide perbaikan. Serta aksi-aksi inovatif yang mampu menggugah kesadaran untuk bergerak sekaligus mendorong agenda-agenda politik, ekonomi dan budaya secara lebih transformatif.

Regenerasi dan kaderisasi nasional dibutuhkan supaya sistem perpolitikan Indonesia tidak oligarki dan hanya didominasi oleh kalangan generasi tua. Apalagi sekarang ini Indonesia sudah menikmati bonus demografi, ditandai jumlah generasi milenal saat ini hampir menyentuh angka 90 juta orang

“JMPI mencoba menawarkan sejumlah nilai dan kriteria atau indikator, serta nama pemimpin-pemimpin anak muda potensial yang mampu membawa semangat baru,” terangnya.

Ridho menjelaskan era digital memang memberikan kesempatan bagi kalangan muda tampil memimpin Indonesia. Menurutnya ini adalah momentum yang luar biasa di saat sitausi poilitik yang panas. Cukup mengkhawatirkan apabila kaum muda tidak melakukan kegiatan yang produktif.

16 nama yang ditawarkan tersebut, lanjut dia, merupakan anak muda potensial yang mampu membawa semangat baru, sehingga Indonesia bisa menjadi lebih baik, lebih guyub, dan lebih responsif terhadap kemajuan. Bukan sebagai penonton namun sebagai pemain utama atau pemimpin.

Sementara itu Dr Lukas Suryanto Ispandriarna MA mengapresiasi hasil riset tersebut yang menunjukkan optimisme bangsa Indonesia ke depan. Perpaduan komponen yang menarik itu bisa menghasilkan pemimpin ke depan. (*)


div>