RABU , 14 NOVEMBER 2018

Nama Jen Tang Disebut Dalam Dakwaan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 02 Agustus 2017 11:02
Nama Jen Tang Disebut Dalam Dakwaan

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sidang perdana kasus penyewaan lahan negara di Keluarahan Buloa, Kecamatan Tallo, akan dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), hari ini, Rabu (2/8). Nama Jen Tang disebut masuk dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Diketahui, tiga tersangka ditetapkan dalam kasus penyewaan lahan negara tersebut. Masing-masing, Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar Muh Sabri, serta Rusdin dan Jayanti yang merupakan anak buah Jen Tang, owner PT Jujur Jaya Sakti.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Irma Arriani, mengungkapkan, ada sejumlah nama yang disebut dalam dakwaan. Diantaranya, owner PT Jujur Jaya Sakti, Soedirjo Aliman alias Jen Tang bin Liem Eng Tek, dan laywer senior Ulil Amri. Jen Tang dan Ulil hadir di semua pertemuan proses sewa lahan tersebut.

Dalam dakwaan tersebut dibeberkan, proses terjadinya penyewaan lahan negara ini terjadi difasilitasi Sabri, yang mempertemukan pihak penyewa PT Pelindo dan PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan Rusdin dan Andi Jayanti Ramli, selaku pengelola tanah garapan. Bukti keduanya adalah, pengelola tanah garapan didasari surat keterangan tanah garapan register nomor 31/BL/IX/2003 yang diketahui oleh Lurah Buloa Ambo Tuwo Rahman dan Camat Tallo AU Gippyng Lantara nomor registrasi 88/07/IX/2003 untuk Rusdin, sementara Jayanti nomor registrasi 30/BL/IX/2003 saksi lurah dan camat nomor registrasi 87/07/IX/2003 dengan luas 39.9 meter persegi.

“Dalam pertemuan pertamanya itu turut dihadiri Jen Tang selaku pimpinan Rusdin dan Jayanti, yang bekerja di PT Jujur Jaya Sakti serta Ulil Amri yang bertindak sebagai kuasa hukum keduanya,” paparnya diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (2/8).

Dikatakan, jaksa melalui surat dakwaan, pertemuan pertama terjadi pada 28 Juli 2015 bertempat di ruang rapat Sabri selaku Asisten 1 Pemkot Makassar. Pada pertemuan itu terjadi negosiasi antara kedua belah pihak.

Pertemuan ini kemudian berlanjut pada 30 Juli 2015. Jen Tang dan Ulil Amri kembali hadir bersama Rusdin yang bertindak mewakili Jayanti. Pertemuan itu disepakati harga sewa lahan Buloa senilai Rp500 juta, atau lebih rendah dari tuntutan Jen Tang dkk yang meminta di angka Rp1 miliar.

[NEXT-RASUL]

Draf sewa lahan akhirnya disetujui dalam pertemuan berikutnya di ruko Astra Daihatsu Jalan Gunung Bawakaraeng. Dalam pertemuan ini kembali dihadiri Jen Tang, Ulil Amri dan Rusdin mewakili Jayanti.

Akhirnya, pada tanggal 31 Juli 2015 di Kantor Cabang Mandiri, PT PP melakukan pembayaran terhadap Rusdin dan Jayanti yang juga kembali dihadiri oleh Jen Tang dan Ulil Amri. Uang senilai Rp500 juta itu pun diterima Rusdin, namun dibagi dua dengan Jayanti Ramli.

“Kami akan lihat konstruksi hukum para terdakwa. Kalau memang Jen Tang di fakta persidangan terlibat, maka kita akan seret,” ujar Abdur Razak, anggota majelis hakim yang akan menyidangkan perkara ini, diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (2/8).

Adapun tiga terdakwa kasus lahan Buloa ini akan diadili oleh tiga orang majelis hakim. Yakni Bonar Harianja selaku Ketua Majelis, dan Cening Budiana serta Abdur Razak selaku hakim anggota. (***)


div>