SABTU , 17 NOVEMBER 2018

NasDem Bak Primadona

Reporter:

SURYADI-FAHRULLAH-ARMANSYAH-JEJETH

Editor:

Iskanto

Jumat , 28 September 2018 07:22
NasDem Bak Primadona

ilustrasi, (doc rakyatsulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bak Primadona, NasDem kini menjadi magnet bagi para kepala daerah. Hal ini terbukti dengan bergabungnya sejumlah kepala daerah di Sulsel di partai besutan Surya Paloh itu.

Mereka adalah Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto dan Bupati Bantaeng, Ilham Azikin serta Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraini.

Tokoh lain yang bergabung di partai yang mengusung konsep Restorasi Indoneia itu yakni, mantan Wakil Gubernur Sulbar, Aladin S Mengga dan adik Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, yaitu Syamsul Hamid.

Peresmian itu ditandai dengan penyematan jaket NasDem, yang dilakukan langsung Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, di sela-sela acara Pembekalan Caleg NasDem se-Sulsel, di Hotel Claro, Makassar, Jalan AP Pettarani, pada Kamis (27/9/2018).

Surya Paloh dalam sambutannya menaruh harapan besar bagi para kader yang baru saja dikukuhkan agar mampu membesarkan Partai NasDem di daerahnya. “Sebagai partai yang baru, kita baru satu kali ikut pemilu, pemilu yang kita ikuti memberikan kesempatan untuk berkiprah,” kata Surya Paloh.

Danny Pomanto sendiri mengaku bahwa keputusannya bergabung dengan NasDem merupakan impian sejak dulu. “Baru memutuskan berpartai, sebelumnya saya jomblo politik. NasDem adalah partai yang luar biasa dengan gerakan restorasi dan politik tanpa mahar,” jelas Danny.

Danny memutuskan untuk berpolitik karena Kota Makassar telah berada di jalur yang tepat alias on the track. Dengan berbagai cobaan dan rintangan datang silih berganti mencoba menggoyangkan Kota Makassar oleh pihak-pihak tertentu dan akhirnya memilih terjun ke politik.

“Berpartai bagi saya seperti mencari istri, kita tidak boleh salah dan harus seumur hidup semati,” ucapnya.

Kenapa NasDem, lanjut Wali Kota Makassar ini, menurutnya, visi dan misi yang dicetuskan di Pemerintah Kota Makassar sama dengan slogan yang dimiliki partai besutan Surya Paloh itu yakni restorasi. Penemuan kata Restorasi sangat dibutuhkan oleh Indonesia hari ini.

“Saya jatuh cinta dengan hal-hal yang ingin selalu perubahan lebih baik. Restorasi mengembalikan semangat Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, tanda-tanda jaman sudah terlihat dimana banyak dinamika terbalik yang sering terjadi. Namun, hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk perasaan jatuh cinta dengan Partai NasDem tanpa mengurangi rasa sukanya dengan partai-partai lain.

“Karena kita harus memilih, maka saya memilih tentunya hal yang secara filosofi saya sesuai cara berpikir cara hidup dan cara pandang dengan NasDem,” ungkapnya.

Kata Danny, dirinya memilih dan masuk sebagai kader NasDem tanpa memikirkan jabatan dan posisi didalamnya. Bagi Danny, menjadi bagian keluarga besar Partai NasDem merupakan hal yang luar biasa.

“Saya juga tidak tahu, mau ditempatkan di DPW atau DPC. Bagi saya jabatan tidak penting, bagi saya ada wadah untuk menyampaikan pikiran saya, ada wadah untuk bisa menyalurkan aspirasi politik dan memperjuangkan kebaikan untuk negeri ini,” katanya.

Danny menambahkan, meski resmi sebagai kader NasDem, tetapi sebagai wali kota, dirinya tidak akan menutup pintu bagi partai lain untuk berkomunikasi. Karena, semua partai berjuang untuk Kota Makassar dua kali tambah baik.

“Sebagai kader NasDem tentu ada tugas kepartaian tapi tetap hubungan dengan partai lain kita jaga dengan baik,” cetusnya.

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin mengatakan, Partai NasDem membuatnya merasa mendapatkan energi yang besar. “Tidak hanya berkontribusi pada ruang diskusi saja, saya mendapatkan support penuh serta energi yang besar dari Rusdi Masse (Ketua NasDem Sulsel) dan teman teman di Partai NasDem tanpa mengucilkan peran dan energi teman-teman dari partai lain. Nah, ketika hari ini dia membutuhkan energi dan pikiran saya untuk aktifitas politiknya, saya memberikan itu,” jelas Ilham Azikin.

Sementara Bupati Luwu, Basmin Mattayang yang juga dikabarkan masuk di Partai NasDem membantah hal tersebut. Basmin Mattayang mengaku menghadiri acara pembekalan caleg NasDem karena mendapatkan undangan dari partai yang mengusungnya pada Pilkada Juli lalu.

“Saya diundang sebagai bupati terpilih atas dukungan Partai NasDem, dan saya memiliki kewajiban untuk menghadirinya. Apalagi Partai NasDem partai yang baik tanpa mahar,” katanya.

“Dulu saya di Partai NasDem dan berhenti karena ingin fokus mengurus rakyat dan saya tidak mau dibilang kalau saya orang tidak konsisten kalau keluar masuk partai,” sebutnya.

Basmin menegaskan jika saat ini pihaknya ingin fokus mengabdi kepada rakyat Luwu setelah terpilih menjadi bupati. “Saya ingin fokus mengabdi kepada rakyat yang memberikan amanah kepada saya,” tuturnya.

Pakar Politik Unibos Makassar, Arief Wicaksono mengatakan, seseorang yang tergabung dalam partai secata otomatis sudah menjadi petugas partai, karena harus mengikuti dan mentaati aturan dan kebijakan partai yang berlaku.

“Meskipun kepala daerah atau menteri. Jika masuk jadi anggota partai sudah tentu mentaati aturan partai. Apapun harus dijalankan,” katanya. (*)


div>