SABTU , 17 NOVEMBER 2018

NasDem Belum Segarang Paloh

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Senin , 09 Juli 2018 09:52
NasDem Belum Segarang Paloh

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Capaian Partai NasDem di Pilkada serentak di Sulsel bisa dibilang meleset dari target. Bahkan bisa dibilang belum segarang pidato Ketua Umum Surya Paloh saat orasi.

Dari 12 daerah yang menggelar Pilkada di Sulsel, tujuh daerah memang berhasil dimenangkan Partai NasDem. Tujuh daerah itu yakni Jeneponto, Bantaeng, Bone, Enrekang, Luwu, Wajo dan Palopo. Namun dari tujuh daerah tersebut hanya di Palopo kader NasDem jadi pemenang.

Begitu pula dengan Sidrap dan Sinjai, dimana istri dan saudara Ketua NasDem Sulsel Rusdi Masse (RMS) justru keok. Terparah di Pilwalkot Makassar dimana Ketua NasDem Makassar, Andi Rachmatika Dewi yang maju mendampingi Munafri Arifuddin (Appi) justru kalah dari kolom kosong.

Di Pilgub Sulsel pun demikian. Koalisi yang dibangun bersama Golkar ternyata tak mampu memuluskan langkah Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) duduk di jabatan empuk di Sulsel.

Jubir NasDem Sulsel, M Rajab mengakui apa yang telah didapat partainya. Kendati demikian, ia enggan berkomentar banyak.

Menurutnya, Partai NasDem setiap saat mengevaluasi kader. Baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Hal ini kaitan capaian yang diperoleh NasDem di Pilkada.

“Setiap waktu dilakukan evaluasi Kader, apalagi setelah peristiwa besar Pilkada serentak,” kata Rajab, Minggu (8/7/2018) kemarin.

Saat ditanya capaian NasDem Sulsel, dimana kadernya kalah dibeberapa daerah, anggota DPRD Sulsel itu enggan menjawab. “No koment dulu kalau soal itu,” singkatnya.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Unhas Makassar, Azwar Hasan menyebutkan, banyak faktor yang terjadi sehingga NasDem mengalami kekalahan di Pilkada serentak Sulsel hingga Pilgub 2018.

“Banyak faktor, tapi hal utama, NasDem belum punya sel-sel bekerja di akar rumput,” ungkap Azwar.

Faktor berikutnya, kata akademisi Unhas ini, masyarakat selama ini juga tahu Partai NasDem dengan slogan “restorasi” mampu berdiri sampai ke berbagai pelosok. Hanya saja, lanjut Azwar perlu dipahami, berkembangnya Partai NasDem tidak berbanding lurus dengan figur yang di usung di Pilkada serentak. Bisa jadi sebagian tak dikenal oleh masyarakat.

“Masyarakat banyak memang ketahui Partai NasaDem maju dan berkembang. Tapi apakah figur yang diusung bagus dimata publik. Tentu tidak?,” tuturnya.

Dia menyarankan, kegagalan yang diperoleh NasDem di Pilkada serentak akan menjadi bahan evaluasi dan renungan semua kader untuk menjadi lebih baik pada hajatan Pemilu dan Pileg 2019 mendatang.

“Kondisi seperti ini akan menjadi bahan evaluasi dan renungan partai untuk lebih baik lagi di Pemilu dan Pileg 2019 ini,” pungkasnya. (*)


div>