RABU , 15 AGUSTUS 2018

NasDem Hati-hati Tentukan Jagoan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 31 Mei 2017 12:10
NasDem Hati-hati Tentukan Jagoan

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Partai NasDem tidak ingin terburu-buru menentukan usungan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Sulsel 2018 mendatang.

Partai besutan Surya Paloh tersebut nampaknya lebih mengedepankan survei dan peluang menang kandidat yang akan diusung. Sejauh ini baru Abdul Latif di Pinrang dan Judas di Palopo yang hampir pasti diusung NasDem.

Abdul latif yang merupakan birokrasi dipilih NasDem karena dinilai punya peluang menang. Sementara Judas, selain Ketua NasDem di Luwu, ia juga merupakan kandidat incumbent. Lantas bagaimana dengan daerah lain seperti Parepare, Makasar, Enrekang. Status sebagai ketua parpol justru bukan jaminan.

Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut. Menurutnya, partainya cukup siap menghadapi Pilkada 2018. Kemenangan pasangan yang diusung Partai NasDem dalam Pilkada di Kabupaten Takalar, menjadi barometer untuk mengulang kesuksesan serupa tahun depan pada Pilkada serentak.

“Kami sudah siap menghadapi Pilkada 2018 nanti. Kalau bisa menang semuanya,” kata Rusdi.

RMS–sapaan akrab Rusdi Masse menegaskan, saat ini sejumlah kader telah disiapkan untuk bertarung di beberapa daerah di Sulsel sebagai jagoan untuk menghadapi kandidat dari partai lain. “Banyak kader NasDem yang berkompeten, kita akan dorong maju di pilkada nanti,” jelasnya.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif menuturkan, Partai NasDem siap mengusung kader internalnya di 10 daerah yang menggelar Pilkada di Sulsel. “Ada kader NasDem yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memimpin daerah di sulsel. Itu sebabnya kami akan usung di 10 daerah,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Adapun 10 daerah yang dimaksud yakni, Kabupaten Jeneponto, Sinjai, Bantaeng, Wajo, Parepare, Enrekang, Palopo, Makassar, Pinrang dan Bone.

Meski demikian, dalam mengusung kader, NasDem harus berkoalisi dengan partai lain. “10 daerah tersebut NasDem harus berkoalisi dengan partai lain,” kata Syahar.

Sejauh ini, kata anggota DPRD Sulsel tersebut, baru Pinrang dan Palopo yang hampir pasti diusung Partai NasDem. “Mereka adalah Sekprov Sulsel Abdul Latief dan Wali Kota incumbent Palopo, Judas Amir,” katanya.

Syahar juga menegaskan jika partainya dalam menghadapi Pilkada 2018 tetap mengusung semboyan politik tanpa mahar untuk penegakan integritas berdemokrasi. “Ini untuk mengingatkan bahwa partai politik merupakan pilar utama sistem negara demokrasi. Ketika persepsi masyarakat negatif dan tidak percaya kepada partai politik, itu menjadi peringatan bagi seluruh elemen bangsa. Peran NasDem sebagai parpol, meski tergolong baru, mengembalikan kepercayaan rakyat tersebut,” jelasnya.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Suryadi Culla mengatakan, kehati-hatian NasDem dalam menentukan usungannya di pilkada serentak nanti merupakan salah satu strategi. Walaupun memang, sudah ada beberapa partai lain yang telah melakukan pendafataran terlebih dahulu. Bahkan, lanjutnya, sudah tidak segan lagi menyampaikan secara terang-terangan bakal calon usungannya.

“Saya kira itu salah satu strategi untuk melihat perkembangan kedepan, karena rentang waktu sebelum masuk tahapan kan masih ada beberapa bulan lagi. Jadi partai-partai politik sekarang inikan ada yang sudah melakukan pendekatan ke bakal calon dengan berbagai cara. Tetapi ada partai yang belum menunjukkan langkah yang jelas dalam menghadirkan usungannya,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Adi Suryadi menjelaskan, NasDem saat ini nampak masih melihat perkembangan perpolitikan yang ada. Dimana, dalam menentukan figur, NasDem memang masih sangat berhati-hati bahkan bukan menutup kemungkinan lebih mengandalkan survei internal partai terlebih dahulu.

“NasDem saat ini saya kira masih wait and see, mereka mungkin tidak ingin menunjukkan sikap yang terburu-buru. Manuver NasDem saat ini saya kira masih sebatas membaca situasi calon,” jelas Adi Suryadi.

Namun, Adi Suryadi menyebutkan, walaupun memang NasDem terkesan ragu-ragu menjaring bakal calon. Tetapi, sebagai partai politik, NasDem pasti telah memiliki sejumlah nama yang dinilai memiliki peluang. Tentunya dengan manuver-manuver yang berbeda dengan partai lain.

“Tetapi bisa juga NasDem sudah mengantongi beberapa nama, artinya NasDem tidak bergerak seperti partai lain itu bukan berarti NasDem tidak mengamati dan mencermati. Karena kita tahu bersama salah satu fungsi partai politik adalah sebagai sarana rekruitment atau seleksi kandidat. Jadi dalam fungsi seperti itu tidak mungkin NasDem belum memiliki beberapa nama karena lalulintas calon pemimpin itukan melalui partai,” paparnya.

Sementara itu, Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI) Nursandy mengatakan, NasDem memang sangat mempertimbangkan usungannya di Pilkada nanti. Dimana, hal itu tentu menjadi salah satu strategi dalam mencapai target kemenangan.

“Sikap NasDem yang tidak gegabah dalam menentukan usungan di Pilkada serentak 2018 sangat berkaitan dengan strategi dan target yang ingin diraih di Pilkada,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Nursandy menjelaskan, meskipun sikap NasDem yang terkesan dingin dalam mengusung kandidat dibeberapa daerah. Tetapi, NasDem telah memberikan dukungan dibeberapa daerah kepada kandidat yang dinilai memiliki popularitas serta elektabilitas yang baik.

“Namun sikap NasDem tidak berlaku holistik disemua daerah. Misalnya Pinrang dan Palopo, NasDem lebih dini mengeluarkan rekomendasi pada kandidatnya. Artinya NasDem percaya dan punya keyakinan pada figur-figur yg diusung untuk memenangkan pertarungan,” jelasnya.

“Sementara untuk daerah lain cenderung menunggu dan mencermati dinamika politik,” pungkasnya. (E)


Tag
  • pilkada 2018
  •  
    div>