KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

NasDem Paling Siap, Gerindra-Hanura Matangkan Strategi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 11 September 2015 14:51
NasDem Paling Siap, Gerindra-Hanura Matangkan Strategi

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Momentum Pilkada Serentak akan menjadi ajang pembuktian partai-partai baru. Partai Nasional Demokrasi (NasDem), Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Gerindra dipastikan memasang target tinggi di pilkada serentak, termasuk di 11 daerah di Sulsel.

DPP Partai NasDem misalnya, telah menaikkan target kemenangan pada pilkada serentak tahap pertama ini menjadi 50 persen, dari target awal kemenangan sebanyak 100 dari 269 pilkada. Khusus di Sulsel, NasDem menargetkan 9 kemenangan dari 11 daerah.

Sementara Gerindra menargetkan kemenangan 30 persen atau memasang target menang di 4 daerah di Sulsel, sementara Hanura juga memasang target sama dengan kemenangan di 4 daerah di Sulsel.

Sekretaris Bappilu DPP NasDem Willy Aditya, mengatakan NasDem telah menerbitkan rekomendasi kepada calon kepala daerah sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota. Melalui pertimbangan hasil survei tentang tingkat elektabilitas para kandidat.

Pemberian rekomendasi, juga didasarkan rekam jejak para kandidat di Kejaksaan Tinggi (Kejati) maupun Polda. Ini dilakukan demi menjaga citra Partai Nasdem dari kemungkinan tercoreng lantaran merekomendasi calon yang terlibat tindak pidana korupsi.

Khusus di Sulsel, menurut Willy, target kemenangan figurnya berpotensi terbuka lebar, hal ini berdasarkan survey yang dilakukan pihaknya melalui lembaga survey yang telah terakreditasi secara nasional, yang menunjukkan tren elektabilitas seluruh figur yang diusung menunjukkan tren kenaikan yang cukup positif.

[NEXT-RASUL]

Menurut Willy, di Sulsel, figur yang diusung di sebelas kabupaten cukup mendukung kemenangan NasDem. Selain karena ketokohan calon yang diusung, NasDem juga telah menyolidkan seluruh mesin partai untuk bekerja secara maksimal di seluruh tingkatan. Sehingga para figur yang diusung dapat lebih fokus menggalang simpati masyarakat, tanpa mengkhwatirkan soliditas struktur dukungan partai di setiap tingkatannya.

Hal ini dapat dilihat dari figur potensial usungan NasDem seperti Tenri Olle YL-Hairil Muin (Gowa), Hatta Rahman-Harmil Mattotorang (Maros), Malkan Amin-Salahuddin Rum (Barru), Saiful Arif-Junaedy Faisal (Selayar), Frederik B Sorring-Frederik R (Toraja Utara), Zadraq-Cristina Jeane (Tana Toraja), Thoriq Husler-Irwab Bahri S (Luwu Timur), Syamsuddin Hamid-Syahban Sammana (Pangkep), Lutfi Halide-Andi Zulkarnaen (Soppeng), Sukri Sappewali-Tomi Satria (Bulukumba) dan Indah Putri Indriani-Thahar Rum (Luwu Utara).

“Nama-nama yang diusung ini sebagian besar telah memiliki tingkat popularitas yang baik di masing-masing daerah, dan beberapa sebelumnya sudah memiliki investasi politik dan sosial yang cukup baik,” jelas Willy.

Ketua Tim pemenangan Pilkada NasDem Sulsel Tobo Haeruddin menegaskan bahwa seluruh strategi pemenangan telah dipersiapkan, khususnya menekankan kepada setiap kader dan legislator di masing-masing dapil di daerah yang berpilkada untuk memenangkan figur yang diusung dengan presentase suara minimal 50 persen di masing-masing dapilnya.

Selain itu pihaknya juga tengah menyusun tim untuk menginventarisasi kader yang dinilai tidak mengindahkan arahan parpol dalam memenangkan NasDem di Pilkada. “Di Rakerwil sudah sangat jelas dan tegas arahan dari pak Surya Paloh untuk NasDem Sulsel, bahkan DPW sendiri sudah memecat 2 ketua dan 1 Sekretaris karena tidak mengindahkan rekomendasi NasDem di Pilkada,” tegasnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara Ketua Desk Pilkada DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani mengatakan partainya akan memenangkan 30 persen kursi kepala daerah di Pilkada 9 Desember 2015 yang akan datang. Hal itu merupakan target rasional bagi Gerindra, berdasarkan hasil Rakernas DPP beberapa waktu lalu.

“Sebagai partai dengan perolehan suara terbesar nomor tiga di Pileg target 30 persen itu sudah rasional,” terang Idris. Terkait dengan adanya sinyal bahwa Kader Gerindra di daerah tidak akan solid dalam mendukung figur yang diusung partainya, Idris menegaskan bahwa arahan partai sudah sangat tegas dalam menyatakan sikap politiknya di pilkada.

Bahkan, lanjut Idris, pihaknya sudah menerbitkan surat edaran berupa pemberian sanksi pemecatan bagi kader yang tidak mengindahkan rekomendasi partai terhadap figur yang diusung di pilkada.

Idris mengakui, selama ini memang ada riak-riak di kalangan kader di tingkat bawah yang tidak sejalan dengan kebijakan partai mengenai usungan di 11 daerah. Dicontohkan adanya sikap yang tidak jelas seperti diperlihatkan ketua DPC Gerindra Gowa Darmawangsyah Muin yang sebelumnya diisukan tidak mendukung secara penuh pasangan Adnan Purichta Ichsan – Abd Rauf Kr Kio.

“Namun hal itu telah selesai dan telah diklarifikasi,” tegasnya. Terkait dengan totalitas kader Gerindra di pilkada, khususnya dalam memenangkan figur usungan di daerah, Idris menjelaskan bahwa selama ini seluruh tim dan struktur pemenangan partai telah diselesaikan di tingkat daerah.

Adapun anggapan bahwa DPD Gerindra Sulsel enggan memfasilitasi figur yang diusung, dibantah Idris. Menurutnya selama ini Geirndra Sulsel telah melimpahkan seluruh urusan pemenangan kepada masing-masing pengurus Gerindra di tingkat kabupaten untuk mematangkan strategi pemenangannya.

“Kita tidak meninggalkan figur yang kita usung, karena memang untuk tekhnis, kita serahkan semuanya kepada masing-masing pengurus di daerah. DPD hanya bersifat mengawasi, termasuk mengingatkan kepada kader untuk solid, karena jelas ada sanksi yang mengatur jika tidak all out dalam memenangkan figur usungan partai,” kata dia.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Sekretaris Hanura Sulsel, Waris Halid mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang Ketua Umum DPP Hanura, Wiranto untuk memberikan arahan kepada masing-masing kader Hanura, ketua DPC, dan Lagislator Hanura untuk mematangkan strategi pemenangan di pilkada serentak di Sulsel.

Hanya saja untuk kepastian waktunya, DPD Hanura Sulsel masih menyusun jadwal. Waris mengatakan, arahan dari Wiranto, dinilai sangat penting untuk mensolidkan dan memberikan semangat kepada kader untuk memaksimalkan kinerja mesin partai di lapangan untuk memenangkan figur yang diusung.

“Ada rencana kita mengundang pak Wiranto untuk memberikan pembekalan kepada struktur tim pemenangan di partai, sekaligus mensolidkan kader dalam memenangkan pilkada di Sulsel,” paparnya.

Terkait dengan sikap Hanura terhadap adanya kader yang berpotensi tidak mengindahkan perintah partai, Waris mengatakan partainya akan memecat kader yang membelot dan tidak mendukung pasangan calon yang diusung sebagai peserta pilkada.

“Hal ini jelas dan sesuai instruksi Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto, seluruh kader harus solid dan mendukung. Tentunya ada tim kami untuk mendata kader yang tidak memberikan dukungan,” tandasnya. (E)


Tag
  • HL1
  •  
    div>