MINGGU , 22 JULI 2018

NasDem Pemenang Pilwalkot

Reporter:

Alief - Suryadi

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 10 Maret 2018 12:00
NasDem Pemenang Pilwalkot

PILWALKOT MAKASSAR 2018. Dok . RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tensi politik di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar semakin meningkat. Dua calon wakil dari dua kandidat adalah kader NasDem. Praktis siapapun yang terpilih nanti, wakil NasDem tetap menjadi penguasa di Kota Makassar.

Mereka adalah srikandi cantik NasDem, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu dan Indira Mulyasari Paramastut atau yang akrab disapa Indira.

Cicu dipastikan mendampingi Munafri Arifuddin, sementara Indira mendampingi sang petahana, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto.

Olehnya NasDem terkesan enggan mencopot Indira. Indira yang baru saja melepas jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRR Makassar sebelumnya memang sempat digoyang bahkan diusulkan akan dipecat sebagai kader oleh hasil rapat pleno Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel.

Ia dianggap tak patuh dengan putusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) yang merekomendasikan Rachmatika sebagai satu-satunya kader yang direstui maju dalam pertarungan Pilwalkot Makassar.

Sekretaris DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif menyatakan, persoalan pemecatan Indira sebagai kader NasDem hingga kini masih berproses di DPP.

Ia mengaku belum menerima informasi dari DPP terkait hal itu sehingga pihaknya masih menunggu kelanjutan nasib Indira. “Hak DPP memutuskan pemecatan,” jelasnya.

Yang jelas, kata Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, semua pengurus partai siap memenangkan kandidat usungan NasDem yaitu Cicu yang berpaket dengan Appi.

Ia meyakini, kepengurusan NasDem di Kota Makassar akan solid memenangkan Ketua NasDem Makassar. “Tekad NasDem memenangkan ibu Cicu. Struktur Partai NasDem di Makassar akan bekerjasama,” tuturnya.

Rachmatika Dewi yang dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Menurutnya, persoalan dukungan internal Partai NasDem kepada dirinya di Pilwalkot Makassar tetap solid disemua dapil. “Optimis, NasDem solid dukung kami, bersama partai lain. Apalagi kami diusung 10 partai,” singkatnya.

Sementara Indira menegaskan jika saat ini dirinya masih kader NasDem. “Saya maju mendampingi pak Danny Pomanto dari jalur independen. Pribadi saya hingga saat ini masih kader tulen Partai NasDem karena sampai detik ini belum ada surat resmi pemecatan saya dari DPP NasDem yang telah diajukan oleh DPW NasDem Sulsel. Dan saya berharap mudah-mudahan bisa tetap seperti itu,” ujarnya.

Ketua Garnita NasDem Makassar ini juga mengaku mendapat tawaran dari sejumlah parpol untuk bergabung menjadi kadernya jika dirinya dipecat sebagai kader NasDem. Namun, ia menolak membeberkan parpol mana saja yang telah melobi dirinya tersebut.

“Kalau yang menawarkan ada, tapi janganmi saya sebutkan partai mana saja. Yang jelas ada beberapa partai yang sudah melakukan komunikasi soal itu kepada saya,” tutupnya.

Mengenai status Indira sampai saat ini di Partai Nasdem, Ketua Bappilu NasDem Mario David, menjelaskan jika pihaknya tetap mengajukan pemecatan Indira sebagai kader NasDem, lantaran telah dinilai melanggar keputusan partai.

“Pemecatan itu sudah menjadi hasil keputusan dalam pleno kami beberapa waktu, yang menegaskan ibu Indira dimundurkan atau mundur sebagai kader partai,” tegas Mario.

Namun, keputusan tersebut kata Ketua Fraksi NasDem di DPRD Makassar ini, lagi-lagi tergantung sikap dan keputusan dari DPP. DPD NasDem Makassar dalam hal ini hanya sebatas mengusulkan saja sesuai aturan yang ada.

“Lagi-lagi soal keputusannya itu (pemecatan) menjadi kewenangan DPP. Kami hanya sebatas menggelar pleno dan menyampaikan hasilnya ke DPW, kemudian DPW akan meneruskannya ke DPP untuk diputuskan,” terangnya.

Mengenai harapan Indira yang tetap menginginkan tetap berada di NasDem, Mario, mengatakan jika hal tersebut tentu harus disesuaikan dengan aturan partai dan pengambil keputusan dalam hal ini DPP.

“Kalaupun ibu Indira masih tetap ingin di NasDem, maka tentu kita akan liat dulu di AD/ART soal itu, apalagi kita inikan terikat oleh aturan serta mekanisme di partai. Jadi yang bisa memutuskan itu coba konfirmasi ki ke kak Syahar atau pak Rusdi Masse,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, mengatakan, Partai NasDem seharusnya tegas terhadap kader yang tidak sejalan dengan keputusan partai.

Menurutnya, dengan kenyataan yang ada tersebut, kemungkinan ada alasan lain yang menjadi pertimbangan Partai NasDem. Apakah karena dianggap mengancam kader yang diusung atau justru menunggu hasil pilkada nantinya.

“Ini hanya persoalan teknis atau soal waktu saja. Tapi siapapun pemenangnya di Pilkada Makassar nantinya, tetap dimenangkan NasDem. Yah NasDem satu-satunya partai yang paling diuntungkan,” jelas Firdaus. (*)


div>