SABTU , 21 JULI 2018

Nasdem Tolak Proporsional Tertutup

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 31 Oktober 2016 10:23
Nasdem Tolak Proporsional Tertutup

Ilustrasi

KETUA Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyayangkan sikap pemerintah yang mengusulkan sistem proporsional tertutup untuk pemilu legislatif 2019.

Usulan yang tercantum dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu tersebut, disebut Paloh, sebagai kebijakan yang menyedihkan dan memprihatinkan.

“Usulan kembali ke proporsional tertutup itu menyedihkan dan memprihatinkan menurut saya,” kata Paloh saat diwawancarai di Makassar, Minggu (30/10/2016).

Menurut Paloh, pemerintah kerap membuat kebijakan yang diputuskan dalam jangka waktu relatif cepat namun tak lama, keputusan tersebut diubah.

Paloh mengatakan pemerintah semestinya menyampaikan argumentasi mengapa memilih untuk mengembalikan sistem pemilu ke proporsional tertutup. Penjelasan, kata dia, disampaikan untuk meminimalisasi polemik di publik.

Paloh juga menilai usulan Pemerintah menggunakan sistem proporsional tertutup masih setengah hati.

Sebab, kata Paloh, jika alasan penggunaan sistem proporsional tertutup ingin memperkuat eksistensi dan peran partai politik, semestinya itu diikuti pula dengan sistem Pemilu Presiden seperti era Orde Baru, yakni dipilih MPR.

Menurut Paloh, pemilihan presiden melalui MPR merupakan bentuk kepercayaan rakyat terhadap partai di parlemen.

Itu, kata Paloh, sama seperti saat rakyat memercayai partai menentukan anggota legislatif yang berhak lolos ke parlemen.

“Harusnya kalau mau konsisten jangan cuma diubah ke tertutup, sekalian saja dikembalikan Pemilu Presidennya ke MPR seperti dulu, kan kalau konsisten begitu,” lanjut Paloh.

Sebelumnya Pemerintah melalui draf RUU Pemilu mengusulkan agar Pemilu Legislatif kembali ke proporsional tertutup. Opsi tersebut akhirnya memunculkan pro dan kontra di masing-masing partai politik. (fo/rso)


div>