KAMIS , 24 JANUARI 2019

Nasib DIAmi di Ujung Palu Hakim MA

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Suryadi - Al Amin

Jumat , 20 April 2018 10:30
Nasib DIAmi di Ujung Palu Hakim MA

DIAmiFoto: ist

– Putusan Kasasi 23 April

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Nasib kandidat petahana di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), akan diputuskan 23 April mendatang. Apakah akan didiskualifikasi atau tetap bertarung, semua keputusan ada di tangan majelis hakim Mahkamah Agung (MA).

Juru bicara MA, Suhadi, mengatakan, sesuai jadwal MA, putusan kasasi Pilwalkot Makassar akan ditetapkan beberapa hari kedepan. Sesuai jadwal, akan diputuskan 23 April.

“Mungkin pekan ini sudah ada putusannya. Apakah diterima atau ditolak, kami belum tau,” ujarnya, Kamis (19/4).

Dok. RakyatSulsel

Ia mengungkapkan, saat ini perkaranya sementara dipelajari oleh majelis. Apakah memenuhi syarat atau tidak, kemudian langsung disidangkan untuk dimintai pendapatnya.

“Berkasnya sudah lengkap dan sudah teregistrasi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, Marhumah Majid, mengaku belum mengetahui hasil putusan MA soal kasasi yang diajukan KPU.

“Saya tidak tahu soal itu. Kami belum mendapat informasi terkait putusan itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, apapun keputusannya, tidak ada alasan untuk KPU Makassar tidak menjalankan putusan nantinya. Sebab, keputusan MA bersifat akhir dan mengikat.

“Yang jelas, apapun keputusannya, KPU harus menjalankan,” tegasnya.

Diketahui, putusan MA tidak melalui proses persidangan. Penyampaian keputusan hanya bersifat pemberitahuan saja kepada pihak yang bersangkutan.

Terpisah, juru bicara Munafri Arifuddin – Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), Arsony mengaku sangat optimistis kasasi KPU ditolak oleh MA.

“Paslon dan tim kini malah berada pada puncak optimismenya,” katanya.

Menurutnya, pihak tim menyadari, ikut dalam kontestasi ini selalu berpijak pada standar hukum yang berlaku. Tentu, pihaknya akan sangat menghargai putusan MA apapun hasilnya.

“Tapi kami juga mengimbau pada pihak diluar kami, agar bersikap yang sama dengan kami. Kendati demikian, kami optimistis MA akan mengeluarkan putusan yang sangat adil dan kami percaya MA,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Berkarya Kota Makassar, Yusuf Gunco, sangat optimistis MA mengabulkan kasasi KPU Makassar. Dengan adanya etika hukum yang dimiliki MA, masih menjunjung tinggi keputusan hukum sebagai panglima.

“Saya optimistis MA akan menerima kasasi KPU Makassar. Saya yakin, MA punya kepercayaan. Tuhan melihat,” ujarnya.

Yugo menyebutkan, sebagai pendukung DIAmi, ia sangat menyayangkan pihak PT TUN Makassar yang saat sidang tidak memberikan hak bicara kepada DIAmi. Pengacara senior ini menegaskan, putusan PT TUN seperti kecelakaan demokrasi.

“Yang mengatur gugur atau tidaknya pasangan calon adalah PKPU dan Bawaslu. Bukan PT TUN,” imbuhnya.

Polda Atur Strategi

Mengantisipasi potensi kerawanan di Pilwalkot mendatang, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel mulai mengatur strategi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan, strategi pengamanan yang dilakukan tidak mengalami perubahan. Hanya, strategi yang sama harus tetap diantisipasi.

“Strategi pengamanan tetap sama. Tidak ada perubahan. Yang perlu diwaspadai jangan ada benturan di masyarakat,” kata Dicky, Kamis (19/4) kemarin.

Ia mengatakan, pengamanan di pilwalkot akan lebih ditingkatkan pada beberapa titik tertentu. Terlebih pada titik yang dapat berpotensi pada aksi anarkis akibat adanya kekecewaan pendukung paslon.

“TNI POLRI akan meningkatkan pengamanan di kantor KPU, Panwaslu, DPRD dan objek-objek vital lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, Dicky juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat menerima keputusan dari hasil pemenangan kontestasi nanti, tanpa tindakan anarkis. Jika aksi anarkisme terjadi, pihaknya akan menindak tegas oknum yang terlibat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berbuat anarkis. Kalau ada yang seperti itu, kami akan tindak,” tegasnya. (*)

 

 


div>