KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Nasib NH dan Idrus Marham Diputuskan Hari Ini

Reporter:

Suryadi - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Rabu , 20 Desember 2017 11:47
Nasib NH dan Idrus Marham Diputuskan Hari Ini

Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid bersama Sekjen Idrus Marham. ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Nasib Nurdin Halid (NH) dan Idrus Marham di Partai Golkar akan diputuskan hari ini, Rabu (20/12), pada rapat Paripurna IV yang menetapkan pengurus DPP Golkar masa bakti 2017 – 2022. Apakah NH masih akan menjabat Ketua Harian DPP Golkar, dan Idrus Marham tetap di posisinya sebagai Sekjen partai beringin tersebut.

Munaslub Partai Golkar sendiri telah dibuka sejak Senin (18/12) lalu, di JCC Jakarta Pusat. Hingga hari kedua Munaslub, ada dua nama yang mencuat sebagai calon pengganti Idrus Marham. Masing-masing Ketua DPP Golkar Ibnu Munzir dan Wasekjen DPP Golkar Ace Hasan. Sementara posisi Ketua Harian DPP Golkar yang dijabat NH, juga santer disebut hampir pasti berubah jika terjadi perubahan struktur DPP.

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Abdillah Natsir, membenarkan, forum Munaslub berjalan alot hingga dipending untuk keputusan akhir. Pada pandangan umum 100 persen pengurus DPD I se Indonesia sepakat aklamasi memilih Airlangga Hartarto sebagai ketua umum menggantikan Setya Novanto.

“Tadi pandangan umum selesai walau berjalan alot. Pada intinya, semua DPD I se Indonesia seratus persen sepakat Airlangga Hartarto sebagai ketua umum mengganti Pak Setnov,” kata Nasir saat dihubungi via seluler, Selasa (19/12) malam.

Dijelaskan, selain disepakati Airlangga ketua umum, terdapat juga beberapa rekomnedasi yang dihasilkan pro kontra di forum. Perdebatan yang merupakan rekomendasi terkait struktur pengurus yang baru atau yang lama dilanjutkan.

“Kedua, pandangan umum DPD I meminta dibentuk struktur pengurus baru di DPP. Dan ada juga minta pengurus lama tak dirombak, hanya penyempurnaan yang lama dilanjutkan,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai informasi nasib NH dan Idrus Marham, Nasir mengaku belum mengetahui bocoran informasi tersebut. Oleh sebab itu, dengan adanya perdebatan poin kedua ini, hasil final akan diputuskan pada Pleno IV.

“Semua rekomendasi akan diputuskan dan disahkan melalui pleno ke empat besok (hari ini, red),” pungkasnya.

Menanggapi kemungkinan pengurus baru di DPP Golkar, Pakar Politik Universitas Muhammadyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, mengatakan, perubahan struktur di DPP akan menjadi ujian bagi NH dan Idrus Marham. “Ini ujian bagi NH dan Idrus Marham jika hal itu terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, selama kepemimpinan Abu Rizal Bakri dan Setya Novanto, peran kedua tokoh ini sangat dominan. Sedangkan, kepemimpinan Airlangga Hartarto hadir di tengah rivalitas faksi internal yang sangat kuat.

“Tinggal kita lihat apakah NH dan Idrus Marham berada di faksi dan tokoh panggung belakang yang mana. Perlu pilihan yang safety. Cuma biasanya di politik berlaku prinsip winner takes all,” terangnya.

Jika pilihan tinggal memilih, berada di kubu pemenang, berarti bertahan di lingkaran utama elit kekuasaan partai atau di kubu pecundang, yang berarti akan terpental dari orbit kekuasaan partai.

Oleh sebab itu, secara politik, figur ketua umum Airlangga Hartarto yang anggota kabinet, berada di bawah kekuasaan Presiden. Sepertinya, langkah reposisi dan replacement (pergantian pengurus) menjadi keniscayaan, untuk mengembalikan citra partai.

“Figur-figur pemimpin baru dari daerah bisa dihadirkan secara proporsional,” imbuhnya.
Sementara, Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono, berpendapat, struktur baru dalam tubuh Golkar pasca Munaslub memungkinkan terjadi.

“Perubahan struktur jangankan terhadap NH dan Idrus Marham, terhadap Airlangga Hartarto saja kan ada tekanan yang cukup kuat dari kubu Priyo Budi Santoso dan Titiek Suharto. Jadi, masih panjang saya lihat dinamika internal Golkar,” ujarnya.

Saat ditanya apa yang harus dilakukan pengurus baru DPP Golkar untuk mengembalikan citra dan kejayaan Golkar ke depan, akademisi Unibos ini mengatakan, pengurus idealnya mengurus organisasi partai sesuai dengan AD/ART atau konstitusi berdasarkan kesepakatan bersama. “Akan lebih baik jika pengurus tersebut bisa diterima oleh semua kelompok di internal Golkar, sehingga dapat mengefisienkan dan mengefektifkan organisasi,” pungkasnya.

Mengenai figur yang pas untuk masuk di jajaran pengurus DPP Golkar, nama Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo (SYL), dinilai salah satu kader Golkar yang bisa memperkuat jajaran pengurus DPP Golkar dibawah kendali Airlangga Hartarto.

Nama SYL mencuat setelah di beberapa kesempatan Airlangga membeberkan akan melakukan reposisi pengurus pasca terpilihnya menggantikan Setya Novanto. Begitu juga dengan SYL yang beberapa kali memberikan sinyalemen dengan menghadiri event di DPP Golkar, termasuk menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Luar biasa (Munaslub) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Pakar Politik Universitas Hasanuddi (Unhas), Adi Suryadi Culla, menilai, SYL adalah salah satu kader yang punya kapabilitas kepemimpinan yang selama ini memberi kontribusi yang besar ke Golkar. Menurutnya, Golkar sangat rugi jika tidak mengakomodir kader seperti SYL.

“Pak SYL ini komitmen terhadap Golkar yang sangat tinggi sekali. Kalau dilihat dari pengalaman pergantian pengurus sebelumnya, Pak SYL beberapa kali terdepak dan kemudian tidak mendapatkan peranan yang penting dalam kepengurusan yang baru. Tapi komitmennya tidak diragukan lagi yah,” ungkap Adi.

Dia mengatakan, loyalitas kader kepada partai sangat penting. Yang paling penting dicatat oleh Golkar, bahwa SYL adalah kader yang memiliki komitmen moral membesarkan partai.
SYL juga mempunyai visi yang sangat idealis untuk memperbaiki Golkar. “Itu bisa kita lihat dari pernyataan-pernyataan dan integritas Pak SYL,” terangnya.

Selain itu, karier politik SYL di tingkat provinsi sudah tuntas. SYL tercatat sebagai Ketua Golkar dua periode dan Gubernur Sulsel dua periode.”Kepemimpinan Pak SYL itu sebagai tokoh nasional juga kan, dia ketua asosiasi pemerintah provinsi, itu kan tidak mudah untuk dipercaya, legitimasinya juga sangat besar itu,” jelas Adi.

Menurutnya, SYL sudah lebih dari layak untuk masuk dalam jajaran pengurus DPP Golkar. SYL sangat memberikan efek positif yang sangat besar ke beringin rindang itu jika meduduki jabatan yang strategis.

“Saya kira jabatan apa saja cocok untuk Pak SYL, termasuk Sekjen (Sekretaris Jendral). Golkar rugi kalau terjadi pengabaian terhadap kader seperti Pak SYL,” paparnya.

Sebelumnya, SYL yang juga mantan Ketua DPD I Golkar Sulsel mengatakan, masuk dalam kepengurusan Partai Golkar bukan menjadi tujuan utama baginya. Yang paling penting bagi SYL adalah, bagaimana ke depan Partai Golkar dapat dijaga untuk mampu memiliki peranan yang penting dalam membangun bangsa yang lebih kuat.

“Bagi kita yang senior ini masuk pengurusan atau tidak masuk pengurusan bukan itu yang penting. Kita ini kader yang sudah lama banget berkarir di partai maupun di berbagai tempat,” ungkapnya.

Lebih jauh, dia berharap tidak ada lagi faksi di internal beringin rimbun itu. Dengan persatuan Golkar yang semakin kuat, akan terlahir kepentingan dan harapan rakyat.

“Kader Golkar yang bukan karbitan, selalu saja didepannya ataupun dibelakang fikirannya tetap ada fikiran kerakyatan, ada rasa solidaritas dan mau memberikan selalu upaya untuk negara dan rakyat,” terangnya.

Sekedar diketahui, sesuai dengan agenda Munaslub, hari ini, Rabu (20/12), akan dilakukan sejumlah rapat formatur. Termasuk rapat paripurna IV yang menetapkan pengurus DPP Golkar masa bakti 2017-2022.

Akan ada juga penetapan ketua dewan pembina, ketua dewan kehormatan, ketua dewan pakar, mahkamah partai, penyerahan hasil Munaslub kepada ketua umum terpilih, hingga penutupan persidangan Munaslub Golkar. Agenda Munaslub Golkar akan ditutup dengan sambutan ketua umum DPP Golkar masa bakti 2017-2022. (*)


div>