MINGGU , 20 JANUARI 2019

Nasib Parpol Baru, Sulit Lewati Ambang Batas Empat Persen

Reporter:

Iskanto

Editor:

Fahrullah

Kamis , 22 November 2018 12:25
Nasib Parpol Baru, Sulit Lewati Ambang Batas Empat Persen

Ketua DPW Perindo Sulsel, Sanusi Ramadhan.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Empat partai baru di Pemilu 2019 diprediksi sulit bersaing untuk lolos ke parlemen. Parliamentary threshold atau ambang batas lolos parlemen minimal empat persen serta harus bersaing dengan parpol lama menjadi alasannya.

Empat parpol baru itu yakni, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Garuda.

Pakar Politik Unhas Makassar, Sawedi Muhammad mengatakan, salah satu tantangan partai baru adalah melewati ambang batas 4 persen yang telah ditetapkan.

“Saya yakin ini berat dan menjadi tantangan bagi partai baru,” ujarnya.
Menurutnya, parpol baru akan sulit bersaing dengan parpol lama yang telah hadir bertahun-tahun. “Jadi parpol baru butuh kerja keras dan keseriusan semua kadernya,” tuturnya.

Ketua DPW Perindo Sulsel, Sanusi Ramadhan mengatakan, meski terhitung sebagai partai baru dalam pemilihan legislatief, partainya memiliki barometer, khususnya popularitas pada masyarakat, sehingga bisa mencapai target kemenangan pada Pemilu 2019 nanti.

“Apalagi merujuk pada hasil survei sejumlah lembaga survei nasional, posisi Perindo sudah mengungguli beberapa partai lainnya,” ujarnya, Rabu (21/11/2018).

Menurutnya, selain strategi kampanye atau sosialisasi, pihaknya juga telah
membantu masyarakat kecil menegah dengan program unggulan Partai Perindo.
Menurutnya, dengan bantuan usaha yang telah di salurkan Perindo kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), akan mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan dukungan kepada Partai Perindo.

“Saat ini, sudah 100 ribu lebih UKM di kabupaten/kota dan provinsi mendapatkan bantuan. Dan semua kabupatan/ kota ke depan akan mendapatkan bantuan. Salah satunya bantuan untuk nelayan,” jelasnya.

Ia pun menargetkan masuk tiga besar pada Pemilu 2019 mendatang. “Karena Perindo didesain tidak main-main dan hadir untuk menang. Jika kita menang, kita bisa berbuat banyak untuk mensejahterakan rakyat,” katanya.

Untuk itu, kata dia, kepada seluruh caleg agar jangan takut untuk bertarung dalam mengambil simpati masyarakat. “Karena kita hadir untuk memberikan sebanyak-banyaknya apa yang dibutuhkan rakyat dan inilah komitmen besar partai kita,” terangnya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Sulsel, Andi Patabai Pabokori mengatakan, pasca penetapan DCT, pengurus partai bersama para caleg sudah membahas berbagai strategi pemenangan serta sosialisasi di masyarakat. “Mesin partai sudah jalan,” katanya.

Ia mengimbau kepada seluruh calegnya untuk melakukan gerakan bertemu warga serta berdiskusi singkat terkait problem sosial. “Nah, dari sini bisa diserap apa yang menjadi keinginan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PSI Sulsel, Muhammad Fadly menuturkan, jika seluruh caleg partai besutan Grace Natalie itu sudah bekerja sejak masa kampanye 23 September lalu.

“Jadi untuk memudahkan penetrasi ke grass root kami menggunakan seluruh SDM partai baik yang caleg maupun bukan caleg untuk melakukan kunjungan door to door mengenalkan PSI dan juga caleg di setiap tingkatan,” kata Muhammad Fadly.

“Sosialisasi door to door kami mulai lakukan sejak masuk masa kampanye September lalu,” tambahnya.

Terpisah, Ketua DPD Garuda Sulsel, Mohammad Ilham Abdullah menuturkan, jika partainya memiliki strategi khusus untuk lolos ambang batas yang tak boleh diketahui partai lain.

“Survei saja tidak bisa mendeteksi, hanya sistem kita (Partai Garuda) sendiri yang tahu,” tuturnya.

Tapi untuk sosialisasi, pihaknya memerintahkan kepada calegnya untuk melakukan kunjungan atau tatap muka langsung kepada masyarakat. “Arahan kami jalan dan temui 30 hingga 40 orang setiap hari,” tuturnya.


Tag
  • parpol
  •  
    div>