RABU , 21 NOVEMBER 2018

Nasib Proyek KA Trans Sulawesi Tahap III, Ditangan Gubernur

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Rabu , 17 Oktober 2018 12:00
Nasib Proyek KA Trans Sulawesi Tahap III, Ditangan Gubernur

LAHAN KERETA API. Seorang anak bermain di atas lajur rel kereta api di Kabupaten Barru, belum lama ini. Pemprov Sulsel melalui DPKP2 akhirnya menyetujui untuk menindaklanjuti revisi Penetapan Lokasi (Penlok) lahan Kereta Api (KA) pada dua titik di Kabupaten Barru. md fajar rakyat sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kelanjutan sejumlah proyek strategis nasional di Sulawesi Selatan (Sulsel) membutuhkan keseriusan dukungan dari pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Gubernur Sulsel, serta Bupati dan Wali kota setempat.

Salah satunya yakni proyek Kereta Api (KA) Trans Sulawesi, Makassar – Parepare yang kini sangat bergantung dari dukungan gubernur, dalam hal ini Nurdin Abdullah (NA).

Untuk itu, Kepala Balai Teknik Perkereta Apian Wilayah Jawa Bagian Timur, Nur Setiawan, menemui Gubernur NA untuk melaporkan kendala yang dihadapi di lapangan, termasuk masalah pembebasan lahan disepanjang alur rel kereta.

“Dari koordinasi pemerintahan pusat dan daerah kita mengharapkan agar program yang ditetapkan oleh pemerintah pusat bisa berjalan lancar dan diterima dengan baik oleh pemerintah daerah dan bisa berkelanjutan kedepannya,” kata Setiawan usai bertemu dengan Gubernur NA, Selasa (16/10).

Setiawan mengatakan, pihaknya juga melaporkan progres pengerjaan proyek nasional tersebut kepada gubernur NA selaku orang nomor satu di Sulsel lima tahun ke depan.

“Jadi tidaklah mudah untuk membangun sesuatu, yang bertujuan pembangunan ekonomi, tidak serta-merta begitu jadi langsung bisa dioperasikan. Artinya begitu kita selesaikan pembangunan ini, kita juga masih memikirkan yang lain, termasuk masalah stasiun dan lainnya,” paparnya.

Selain itu kata Setiawan saat ini pihaknya telah membahas tahap ke-3 pengerjaan proyek, yakni meliputi sepanjang 64 kilo meter dari arah kabupaten Pangkep ke Kabupaten Maros.
Hanya saja pihaknya harus meninggalkan tahap satu dan dua lantaran terkendala dimasalah pembebasan lahan.

“Tahap 1 dan 2 sudah 90 persen, masalah tanahnya juga sudah 90 persen lebih, kita sudah menuju tahap tiga, yaitu di kabupaten Pangkep dan Maros,” ungkapnya.

Kata Setiawan, dari tahap satu hingga tahap tiga pihaknya akan menyelesaikan sepanjang 110 Km dari Barru ke Pangkep.

“Makanya kita merinci total anggaran yang tahap 3 ini sekitar Rp 2,9 T. Untuk tahap satu dan dua itu sekitar Rp2,3 T sudah digunakan. Sementara pembebasan lahan di tahap tiga sudah proses apraisal,” ucapnya.

Dengan demikian pihaknya menargetkan pengerjaan dapat selesai pada 2020 untuk tahap 1,2 dan 3.
“Semoga sudah bisa beroperasi 2020 mendatang,” harapnya. (*)


div>